Lulus Jadi CPNS, Sekolah Kedinasan 9 K/L Buka Pendaftaran 18 Agustus

4 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekolah kedinasan kembali menjadi salah satu pilihan bagi lulusan SMA/sederajat nan mau melanjutkan pendidikan sekaligus mempunyai kesempatan berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Umumnya sekolah kedinasan menawarkan pendidikan dengan biaya nan ditanggung pemerintah. Namun perlu dicatat tidak seluruh sekolah kedinasan pasti menjadi CPNS, status ikatan dinas dan penempatan lulusan mengikuti ketentuan masing-masing kementerian dan lembaga.

Ada sejumlah sekolah kedinasan nan berada di bawah kementerian dan lembaga pemerintah, nan bisa dipilih. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan, susunan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2026 sebanyak 4.770 melalui jalur sekolah kedinasan.

Pengumuman pembukaan seleksi peserta didik untuk sekolah kedinasan itu pun rencananya bakal dilaksanakan pada Agustus 2026.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini berpesan kepada putra putri Indonesia nan bercita-cita masuk sekolah kedinasan, agar menyiapkan diri sebaik mungkin.

"Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi nan kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat," ujar Rini, di Jakarta, dikutip Minggu (16/8/2026).

Setelah nantinya diumumkan, pendaftaran bakal dilakukan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pendaftaran bisa diakses pada laman sscasn.bkn.go.id.

Tahun ini sembilan lembaga membuka susunan sekolah kedinasan nan berada di bawah naungannya. Instansi tersebut adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan (22 sekolah kedinasan); Kementerian Keuangan; Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN); Badan Pusat Statistik (BPS); Kementerian Hukum; Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Total susunan nasional untuk sekolah kedinasan tahun ini adalah 4.770 formasi. Meningkat dari susunan sekolah kedinasan tahun 2025 nan berjumlah 3.257 formasi.

Seleksi sekolah kedinasan tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT). CAT menurut Rini terbukti menghilangkan praktik curang dalam seleksi CASN seperti 'titipan orang dalam', joki, dan lain sebagainya.

Rini mengingatkan agar peserta mengikuti seleksi dengan baik. Hasil akhir ditentukan dari keahlian masing-masing individu.

"Jangan mudah percaya pada pihak-pihak nan menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi nan berintegritas," tutur Rini.

Kepada para orang tua, Rini berpesan agar mendukung putra putrinya nan mau mendaftarkan diri di sekolah kedinasan. Motivasi dari dalam rumah tentu bakal membantu mereka berkompetensi secara sehat.

Target penyelenggaraan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilakukan pada September 2026. Seperti tes CASN lainnya, SKD sekolah kedinasan terdiri dari tiga materi utama, ialah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah SKD, pelamar sekolah kedinasan bakal mengikuti seleksi lanjutan. Namun agenda perincian seleksi ini diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Rini mengimbau agar peserta menyiapkan kompetensi diri, menjaga integritas, serta percaya pada keahlian diri. "Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda nan unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat," tegas Rini.

Adapun perincian dari jumlah susunan Sekolah Kedinasan 2026 sebagai berikut :

1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri): 1.410 formasi
2. 22 Sekolah Kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan: 891 formasi
3. Politeknik Keuangan Negara-STAN (Kementerian Keuangan): 1.000 formasi
4. Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN): 50 formasi
5. Politeknik Statistika STIS (Badan Pusat Statistik): 564 formasi
6. Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum): 250 formasi
7. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan): 375 formasi
8. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): 130 formasi
9. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN): 100 formasi

Buka Pendaftaran 18 Agustus 2026

Badan Kepegawaian Negara (BKN) pun telah menetapkan agenda penerimaan peserta didik Sekolah Kedinasan Tahun 2026.

Berdasarkan Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026, rangkaian seleksi bakal dimulai dengan pengumuman seleksi pada 15 Agustus 2026 dan pendaftaran dibuka mulai 18 Agustus 2026.

Jadwal tersebut menjadi pedoman bagi sembilan kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan dalam melaksanakan seluruh tahapan penerimaan peserta didik Tahun 2026.

Mengacu pada agenda nan telah ditetapkan, pengumuman seleksi berjalan pada 15-24 Agustus 2026. Selanjutnya, pendaftaran seleksi dibuka pada 18-30 Agustus 2026, berbarengan dengan penyelenggaraan seleksi manajemen pada 18 Agustus-1 September 2026. Hasil seleksi manajemen bakal diumumkan pada 2-3 September 2026.

Peserta nan mempunyai keberatan terhadap hasil seleksi diberikan kesempatan mengusulkan sanggah pada 4-5 September 2026, nan kemudian dijawab pada 4-6 September 2026. Hasil pasca sanggah dijadwalkan diumumkan pada 7-8 September 2026.

Setelah tahapan administrasi, rangkaian seleksi dilanjutkan dengan proses publikasi kode billing serta pembayaran PNBP untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Proses tersebut berjalan pada September 2026, sebelum peserta mengikuti SKD CAT BKN nan dijadwalkan pada 22 September-7 Oktober 2026. Setelah penyelenggaraan SKD, pengolahan nilai dijadwalkan berjalan pada 27 September-10 Oktober 2026. Sementara itu, pengumuman hasil SKD dilakukan secara berjenjang pada 1-13 Oktober 2026.

Peserta nan lolos SKD kemudian mengikuti seleksi lanjutan non-CAT BKN pada 11-28 Oktober 2026. Untuk lembaga nan mengusulkan seleksi lanjutan menggunakan metode CAT BKN, tahapan pembayaran PNBP, pengesahan data, penjadwalan, hingga penyelenggaraan seleksi lanjutan juga telah ditetapkan dalam agenda penerimaan. Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga dijadwalkan berjalan pada 21 Oktober-1 November 2026.

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan agenda nan telah ditetapkan agar menjadi pedoman dan komitmen berbareng bagi kementerian/lembaga penyelenggara untuk melaksanakan seluruh tahapan seleksi sesuai waktu nan telah ditentukan.

"Dengan ditetapkannya agenda tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan diri sekaligus mencermati setiap tahapan dan ketentuan seleksi nan ditetapkan oleh masing-masing kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan Tahun 2026," tegasnya.

Sembilan kementerian/lembaga (K/L)penyelenggara Sekolah Kedinasan Tahun 2026 meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya