Madura Siap-Siap Berubah Total, Proyek Besar Ini Mau Dibangun

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan area industri di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bukan semata-mata lantaran tersedianya lahan. Ada pertimbangan pemerataan ekonomi nan ikut menjadi dasar masuknya swasta mengembangkan area industri di wilayah tersebut.

Kawasan Industri Wiraraja Madura menjadi salah satu proyek nan diproyeksikan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Pemerintah sebelumnya juga menyebut Bangkalan mempunyai potensi untuk menjadi penyeimbang area industri berat nan telah berkembang di sekitar Gresik. Pengembangan industri di Bangkalan mempunyai aspek nan lebih luas lantaran berangkaian dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat.

"Jadi gini, sekarang kan kita kan enggak konsentrasi hanya di Jawanya sendiri. Kenapa Bangkalan? Pertama kita konsentrasi di situ kan memang dari dulu pemerintah menyiapkan prasarana nan sudah dipersiapkan untuk era B.J. Habibie untuk industrialisasi," kata Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Pembangunan prasarana nan telah dilakukan sebelumnya menjadi salah satu modal bagi area tersebut untuk dikembangkan menjadi pedoman industri. Persoalannya, kesiapan prasarana tersebut belum sepenuhnya diikuti masuknya pengembangan area industri oleh swasta.

Pulau Madura. (Dok. Istimewa)Pulau Madura. (Dok. Istimewa) Foto: Pulau Madura. (Dok. Istimewa)

Kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi pertimbangan lain. Industrialisasi diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar kawasan.

"Nah, tetapi kenapa kita swastanya enggak masuk? Nah, ya saya masuk kebetulan sebagai putra daerah. Nah tetapi kan prasarana di sana sudah masuk, terus kemiskinan juga ekstrem ya kan, sangat keras sekali kemiskinan di sana kan, ekstrem sekali," ujarnya.

Pembangunan area industri kemudian diarahkan untuk menghadirkan aktivitas manufaktur dalam skala besar. Berbagai calon industri nan dijajaki mencakup sektor plastik, benang, matras, furnitur, makanan, hingga pengalengan ikan.

Masuknya pabrik-pabrik tersebut diharapkan membikin faedah pembangunan area tidak berakhir pada investasi dan aktivitas produksi. Efek lanjutannya dapat berupa kebutuhan tenaga kerja, tumbuhnya upaya pendukung, serta meningkatnya perputaran ekonomi di sekitar kawasan.

"Jadi makanya saya masuk ke sana agar ada pembuatan lapangan kerja, pemerataan ekonomi," kata Ma'ruf.

Saat ini pembangunan bentuk area belum dimulai lantaran tetap menunggu penyelesaian tahapan perizinan. Setelah proses tersebut rampung, pembangunan bakal dilanjutkan untuk menyiapkan area bagi perusahaan nan telah dijajaki.

"Lagi tahap perizinan, mungkin awal bulan depan alias ya perizinan jika selesai langsung saya bangun," pungkas Ma'ruf.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya