ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Praktik jual beli kendaraan berstatus "STNK only" semakin mudah ditemukan di media sosial. Tak hanya sepeda motor, mobil juga dipasarkan secara terbuka dengan nilai nan jauh di bawah nilai pasar.
Penelusuran CNBC Indonesia di sejumlah grup FB menemukan banyak unggahan penjualan kendaraan nan hanya dilengkapi STNK tanpa BPKB. Harga nan ditawarkan pun tergolong murah.
Salah satu penjual menawarkan Yamaha Mio Smile tahun 2010 dengan keterangan "STNK only" seharga Rp3,8 juta. Dalam keterangannya, motor disebut tetap menggunakan mesin standar pabrik, sementara kondisi kendaraan dijual apa adanya dengan beberapa bagian telah dimodifikasi.
Unggahan lain menawarkan Honda Vario 125 keluaran 2016 dengan status serupa. Motor tersebut dibanderol Rp6,5 juta dengan keterangan mesin tetap prima dan rutin diservis. Penjual juga mencantumkan sejumlah kekurangan, mulai dari speedometer nan perlu diperbaiki hingga velg belakang nan penyok akibat menghantam lubang.
Tidak hanya kendaraan roda dua, mobil juga ikut dipasarkan dengan pola serupa. Sebuah Nissan Almera transmisi manual tahun 2015 ditawarkan hanya bermodal STNK dengan nilai Rp28 juta. Penjual menyatakan mesin mobil tetap halus, pendingin udara berfaedah normal, kaki-kaki senyap, dan oli baru diganti sehingga siap digunakan.
Ada lagi Toyota Avanza 2017 manual dijual dengan nilai Rp45 juta. Sedangkan Agya TRD S manual 2013 hanya dijual dengan nilai Rp31 juta dan tetap nego.
Pekerja memeriksa mobil jejak nan dijual di Garnet Auto, Jakarta, Jumat (25/11/2022). Perusahaan leasing blak-blakan mengetatkan proses pencairan angsuran kendaraan bermotor dan mobil saat ini. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Pekerja memeriksa mobil jejak nan dijual di Garnet Auto, Jakarta, Jumat (25/11/2022). Perusahaan leasing blak-blakan mengetatkan proses pencairan angsuran kendaraan bermotor dan mobil saat ini. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Yang paling gempar adalah Honda BRV Prestige 2024 dijual dengan nilai Rp87 juta tetap nego. Kondisi mobil mulus dengan odo baru 25 ribu, kaki-kaki senyap dan mesin adem.
Fenomena tersebut juga terlihat dari banyaknya organisasi jual beli kendaraan STNK only di Facebook. Beberapa grup apalagi mempunyai puluhan hingga ratusan ribu personil dengan aktivitas lebih dari 80 hingga 90 unggahan setiap hari. Nama grupnya pun secara terang-terangan mencantumkan jual beli motor STNK only, kendaraan kosong, hingga surat sebelah nan mencakup beragam wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok, dan sekitarnya.
Maraknya transaksi semacam ini menjadi perhatian pelaku industri pembiayaan. Sebab, kendaraan nan diperjualbelikan umumnya tetap berada dalam masa angsuran sehingga arsip kepemilikan berupa BPKB tetap berada di perusahaan pembiayaan.
"Sekarang ini marak di media sosial jual beli kendaraan STNK only. Padahal BPKB tetap dipegang perusahaan pembiayaan dan status kendaraannya tetap kredit," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/7/2026).
Kondisi tersebut membikin pembeli perlu lebih berhati-hati sebelum tergiur nilai murah. Pasalnya, kendaraan nan tetap menjadi objek pembiayaan dapat menimbulkan persoalan ketika perusahaan pembiayaan melakukan penagihan terhadap debitur nan menunggak alias mengambil langkah norma sesuai ketentuan nan berlaku.
"Masalahnya sekarang kendaraan itu kadang sudah beranjak ke pihak kedua, ketiga apalagi keempat secara tidak sesuai prosedur hukum," kata Suwandi.
(fys/wur)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·