Marak Oli Palsu Beredar, Pertamina Lubricants Kasih Cara Cek yang Asli

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Peredaran oli tiruan menjadi salah satu persoalan nan dihadapi industri pelumas. Konsumen diminta tidak hanya mengejar nilai murah, tetapi juga memastikan produk dibeli melalui saluran resmi. PT Pertamina Lubricants telah membangun jaringan ribuat outlet resmi nan tersebar di beragam wilayah Indonesia. Jaringan tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan memastikan konsumen memperoleh produk nan sesuai standar.

"Untuk pelumas Pertamina sendiri kita itu sudah mempunyai nyaris 7.500 outlet resmi ya nan tersebar di seluruh Indonesia. Jadi kerja sama kita sudah dengan banyak outlet dan kita selalu tidak henti-hentinya mengimbau untuk para konsumen agar membeli di outlet-outlet resmi," kata Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi di Pabrik Pertamina Lubricants di Koja, Jakut, Rabu (12/8/2026).

Kemasan menjadi salah satu bagian nan perlu diperhatikan konsumen ketika membeli pelumas. Produk resmi mempunyai sejumlah identitas nan dapat digunakan untuk membantu proses pengecekan.

Konsumen juga diminta tidak menjadikan nilai sebagai satu-satunya pertimbangan ketika memilih oli. Harga nan jauh lebih murah tidak otomatis berfaedah produk tersebut merupakan pilihan nan lebih baik.

"Dan selalu memperhatikan lantaran di setiap botol itu kan ada identitasnya, gampangannya gitu ya, ada identitasnya. Kalau oli tiruan itu kan pasti tidak mempunyai identitas ya, dia artinya bisa sebenarnya bisa diidentifikasi dari situ," ujar Rika.

Selain identitas pada kemasan, konsumen dapat memperhatikan QR code dan nomor seri nan terdapat pada produk. Detail tersebut menjadi bagian dari identitas bungkusan nan perlu diperiksa sebelum oli digunakan pada kendaraan.

Penggunaan oli nan tidak sesuai spesifikasi juga berpotensi menimbulkan masalah pada kendaraan. Pelumas mempunyai spesifikasi tertentu nan dirancang untuk kebutuhan mesin dan komponen kendaraan.

"Yang kedua, kami selalu mengimbau kepada konsumen agar tidak hanya memandang bahwa dari nilai saja gitu. Mungkin bisa jadi oh mencari oli Pertamina nan paling murah, lantaran nilai itu mungkin bisa murah tetapi jika mendapatkannya juga tidak di outlet resmi, ataupun mungkin bukan outlet resmi tapi juga terlihat ya dari kemasannya, dari semua identitasnya lah," kata Rika.

Perkembangan kendaraan elektrifikasi juga membikin kebutuhan pelumas ikut berubah. Kendaraan listrik memang tidak menggunakan pelumas mesin seperti mobil bermesin pembakaran internal, tetapi tetap mempunyai komponen nan memerlukan produk pelumas.

"Iya, tentunya kerusakan ya lantaran speknya juga dari oli tersebut tidak sesuai standar nan menjadi pelumas standar dari pelumas Pertamina," ujar Rika.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya