Ketua Umum Perserikatan Baramuda Indonesia (PBI), Ferdiansyah Rusman, membujuk masyarakat tetap tenang dan kritis serta tidak ikut menyebarkan info nan belum terverifikasi.(Dok. Istimewa)
KETUA Umum Perserikatan Baramuda Indonesia (PBI), Ferdiansyah Rusman, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai info politik nan beredar di media sosial. Hal itu disampaikannya menyusul viralnya potongan video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, nan menyinggung kemungkinan dinamika politik bergerak lebih sigap dari Pemilu 2029.
Ferdiansyah mengatakan, potongan video alias pernyataan nan tidak disertai konteks utuh berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, publik diminta memandang info secara komplit serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
“Publik jangan mudah percaya dengan potongan-potongan info nan beredar. Kita kudu memandang konteksnya secara utuh dan melakukan verifikasi sebelum mengambil kesimpulan,” papar Ferdiansyah dalam keterangannya, Selasa (25/8).
Menurut Ferdiansyah, rumor politik nan berangkaian dengan agenda nasional, termasuk Pemilu 2029, perlu disikapi secara hati-hati. Informasi nan belum terkonfirmasi tidak sepatutnya langsung dianggap sebagai keputusan ataupun kebijakan resmi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi nan berkembang di media sosial.
"Perkembangan teknologi info memungkinkan sebuah pernyataan dipotong, disebarkan kembali, dan diberi narasi baru nan tidak selalu sesuai dengan konteks awal. Jangan sampai masyarakat mengambil konklusi hanya dari beberapa detik video. Apalagi jika kemudian ditambahkan narasi nan membikin situasinya seolah-olah sudah ada keputusan politik tertentu,” terangnya.
Sebelumnya, potongan video Budi Arie viral di media sosial setelah dirinya menyampaikan kemungkinan konstelasi politik bergerak lebih sigap dari 2029. Dalam video tersebut, Budi Arie juga menyinggung kemungkinan percepatan serta kesiapan menghadapi beragam situasi politik.
Menanggapi perihal tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Projo, Fredy Alex Damanik, menjelaskan bahwa video nan beredar bukan merupakan rekaman utuh. Pernyataan Budi Arie disampaikan dalam forum silaturahmi Bulan Kemerdekaan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan para relawannya.
Fredy menyebut forum tersebut merupakan ruang obrolan untuk memotret situasi kebangsaan sekaligus membahas beragam kemungkinan dan solusi menghadapi perkembangan nan terjadi.
Ferdiansyah menegaskan, masyarakat sebaiknya menunggu penjelasan dan info resmi dari pihak berkuasa andaikan muncul rumor mengenai agenda ketatanegaraan.
“Kalau menyangkut agenda negara, tentu acuannya bukan potongan video alias spekulasi di media sosial, tetapi konstitusi, patokan nan berlaku, dan keputusan resmi lembaga negara,” sambungnya.
Ferdiansyah membujuk masyarakat tetap tenang dan kritis serta tidak ikut menyebarkan info nan belum terverifikasi. Sikap tersebut dinilai krusial agar dinamika politik tidak berkembang menjadi keresahan di tengah masyarakat. (AN/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·