Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah media asing menyoroti pencalonan Destry Damayanti sebagai satu-satunya kandidat Gubernur Bank Indonesia. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya mencari keseimbangan antara sosok teknokrat nan ramah terhadap pasar dan pejabat nan sejalan dengan agenda ekonomi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lebih cepat.
Hal ini setidaknya dimuat The Star Malaysia, merujuk laman Bloomberg. Dalam tulisan berjudul "Bank Indonesia's new chief faces test balancing growth, autonomy" disebut gimana tantangan nan bakal dihadapi Destry adalah "meyakinkan penanammodal bahwa dirinya dapat memenuhi sasaran Presiden, sekaligus tetap menjaga independensi Bank Indonesia".
"Sejauh ini, ahli ekonomi dan analis menyambut positif penunjukan tersebut. Mereka memperkirakan kebijakan Bank Indonesia bakal bersambung dan tetap berfokus menjaga stabilitas rupiah," tulis laman itu, dikutip Rabu (12/8/2026).
"Hubungan baik Destry dengan Menteri Keuangan juga dinilai bakal memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan berpotensi membikin kebijakan moneter menjadi lebih longgar," tambah laman itu mengutip sejumlah pengamat lokal.
Laman Financial Times juga memberikan sorotan pada pencalonan bos BI ini. Media itu menulis "Indonesia nominates new central bank governor after market turmoil".
"Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencalonkan ahli ekonomi senior Destry Damayanti untuk memimpin bank sentral negara tersebut, sebuah langkah nan diperkirakan dapat meredakan kekhawatiran penanammodal mengenai independensi bank sentral setelah gubernur sebelumnya mengundurkan diri secara tiba-tiba," tulisnya.
"Destry, nan saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia, merupakan satu-satunya kandidat nan diajukan Presiden, kata Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konvensi pers pada Senin.
"Destry tetap kudu mendapatkan persetujuan parlemen Indonesia sebelum resmi ditetapkan untuk menduduki posisi tersebut," tulisnya lagi.
"Sejumlah pengamat pasar sebelumnya cemas Prabowo bakal memilih sosok nan sejalan dengan agenda ekonominya. Presiden telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan menjadi 8% dalam masa kedudukan lima tahunnya, dari level saat ini sekitar 5%," tambah laman itu.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·