Media Asing Tiba-Tiba Sorot Anggaran MBG RI, Sebut Ini

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah pemerintah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto, kembali disorot media asing. Diberitakan bahwa bakal ada pemotongan anggaran lebih lanjut, termasuk jumlah penerima faedah hingga pengurangan pembangunan dapur baru.

Reuters membikin tulisan berjudul "Indonesia Weighs $2 Billion Cut to Prabowo's Signature Free Meals Programme" pada Kamis (25/6/2026). Media itu menyebut langkah itu sebagai salah satu indikasi paling jelas meningkatnya tekanan fiskal dan tantangan tata kelola terhadap program jagoan pemerintah.

Laman itu merujuk arsip internal dan keterangan sejumlah sumber nan mengetahui pembahasan. Badan Gizi Nasional (BGN) dikatakan menargetkan pengurangan setidaknya 15% dari anggaran MBG nan saat ini sebesar Rp268 triliun.

Nilai pemangkasan diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun. Bahkan menurut salah satu sumber dapat menyentuh Rp50 triliun.

Selain memangkas anggaran, hasil kajian internal juga menunjukkan jumlah penerima faedah berpotensi dikurangi menjadi 49 juta orang dari sebelumnya 62,5 juta orang. Pengurangan bakal dilakukan melalui pengetatan kriteria sosial dan ekonomi penerima program.

Sumber Reuters juga mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menghentikan sementara penambahan lebih dari 13.000 dapur baru. Langkah tersebut diambil setelah pertimbangan menemukan sejumlah inefisiensi dalam program nan mulai melangkah pada Januari 2025 dan berkembang menjadi salah satu program makan cuma-cuma terbesar di dunia.

"Program ini memerlukan kreasi ulang secara total dengan sistem nan lebih tidak terpusat," katanya menyebut pemerintah dapat mempertimbangkan model dapur berbasis sekolah seperti nan diterapkan di Jepang dan China guna menekan biaya operasional dibandingkan membangun dapur baru secara masif.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan tetap menunggu rencana penajaman anggaran dari BGN sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Sementara itu, keputusan final mengenai besaran efisiensi anggaran diperkirakan bakal dibahas dan disepakati dalam beberapa pekan mendatang.

Evaluasi terhadap program MBG semakin menguat setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot Presiden Prabowo. Ia kemudian ditangkap mengenai dugaan salah kelola serta korupsi.

"Bukan hanya lantaran ruang fiskal nan terbatas, tetapi juga lantaran kasus tersebut membikin lembaga menemukan banyak pengeluaran nan sebenarnya tidak perlu," ujar salah satu sumber kepada Reuters.

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya