Menatap Perburuan Medali di Asian Games 2026

1 jam yang lalu 3

Indonesia secara resmi mematok sasaran empat lencana emas pada arena Asian Games 2026 nan bakal berjalan di Jepang. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan pencapaian tujuh emas pada jenis sebelumnya di Hangzhou 2022.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan bahwa penurunan sasaran ini disebabkan oleh tidak dipertandingkannya tiga nomor nan sebelumnya menjadi lumbung emas bagi kontingen Merah Putih. Ketiga nomor tersebut adalah 10 meter running target dan 10 meter running sasaran mixed dari bagian olahraga menembak, serta traditional boat race.

"Pada Asian Games 2022, Indonesia meraih tujuh emas. Target sekarang menurun lantaran tiga nomor pertandingan tidak lagi dipertandingkan. Dengan kondisi saat ini, maka sasaran kita di Asian Games tahun ini adalah empat lencana emas," ujar Erick Thohir baru-baru ini.

Erick menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun strategi prestasi. Namun, dia tidak menampik bahwa persoalan anggaran menjadi tantangan serius. Tahun ini, anggaran Kemenpora hanya sekitar Rp1,15 triliun, jauh di bawah rata-rata 10 tahun terakhir nan mencapai Rp2,6 triliun. Bahkan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp270 miliar tetap dalam status diblokir.

Kritik Pengelolaan Anggaran dan Jumlah Kontingen

Penurunan sasaran ini memicu kritik dari pengamat olahraga Fritz Simanjuntak. Ia menilai sasaran empat emas sangat rendah dan mencerminkan "politik anggaran" pemerintah nan merugikan sektor olahraga. Menurutnya, pembinaan atlet sangat berjuntai pada kesinambungan biaya nan saat ini justru menyusut.

Fritz juga menyoroti kerasionalan jumlah kontingen. Berdasarkan info KOI, Indonesia berencana mengirimkan 432 atlet dari 35 bagian olahraga, didampingi 148 pembimbing dan ofisial. "Indonesia dengan kontingen sebanyak itu dan hanya empat emas, berfaedah seratus per satu emas. Kontingennya kurangi lagi lantaran lain-lain hanya jalan-jalan saja. Seratus atlet sudah cukup," tegas Fritz pada Sabtu (8/8).

Cabang Olahraga Andalan: Panjat Tebing dan Bulu Tangkis

Di tengah keterbatasan, bagian olahraga panjat tebing menjadi tumpuan utama. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menargetkan dua lencana emas dari nomor speed dan lead. Harapan besar disematkan pada Veddriq Leonardo, peraih emas Olimpiade Paris 2024, nan tetap menjadi jagoan di nomor speed meski persaingan di tingkat Asia diprediksi bakal lebih ketat.

Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, meminta support penuh dari masyarakat. "Mohon angan agar atlet-atlet kami bisa memberikan nan terbaik untuk Merah Putih," kata peraih emas Asian Games 2018 tersebut.

Selain panjat tebing, bulu tangkis diharapkan bisa menebus kegagalan di jenis sebelumnya. Dengan mengirimkan 20 atlet, PBSI ditargetkan membawa pulang satu lencana emas. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyebut kesempatan terbesar ada pada sektor beregu putra dan dobel putra.

"Persiapan kali ini lebih baik, termasuk program latihan dan periodisasi turnamen. Peluang ada di beregu putra dan dobel putra nan menunjukkan diagram meningkat, meski tidak menutup kemungkinan dari sektor lain," pungkas Eng Hian. (I-3)

Informasi Pelaksanaan:
Asian Games 2026 dijadwalkan berjalan di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Indonesia bakal berperan-serta dalam 35 bagian olahraga.

Selengkapnya