Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). Momentum tersebut menandai komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung penerapan program prioritas Presiden.
Menurut Mendagri, Presiden Prabowo Subianto mempunyai perhatian nan besar terhadap rakyat kecil, salah satunya terwujud dalam kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat. Kebijakan tersebut, jelas Mendagri, lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap anak-anak terlantar. Hal itu sejalan dengan petunjuk Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 Pasal 34 Ayat (1) nan menyebut bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
"Terlintaslah buahpikiran beliau (Presiden Prabowo) 'Kita kudu memelihara anak-anak terlantar'. Salah satunya, dengan langkah diberikan sekolah untuk mereka agar mereka tidak lagi menjadi peminta-minta seperti bapaknya, agar mereka tidak lagi jadi pemulung seperti bapaknya. Mereka kudu naik kelas, dan itu tanggung jawab negara," ujar Mendagri dikutip Sabtu (1/8/2026). Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos). Program tersebut menyasar anak-anak terlantar dari golongan masyarakat prasejahtera, khususnya nan berada pada desil 1 dan 2. Sekolah tersebut dibangun dengan konsep pondok dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara. Selain menyediakan akomodasi penunjang dan tenaga pendidik terbaik, pembinaan Sekolah Rakyat juga berada di bawah koordinasi Kemensos. Sementara itu, Kemendagri mendapat tugas mengoordinasikan pemerintah wilayah (Pemda) agar mendukung penyelenggaraan program, salah satunya melalui penyediaan lahan.
Meski demikian, Mendagri mengakui tidak semua wilayah langsung merespons program tersebut. Di Provinsi Papua, kata dia, hanya beberapa wilayah nan sejak awal menunjukkan kesiapan. "Dan salah satunya adalah nan proaktif adalah Bupati Biak ... Kalau beliau tidak nyiapkan ini, tidak bakal jadi ini barang. Ya makanya tadi di Papua sendiri hanya tiga nan menyambut, Jayapura, Sarmi, dan Biak," tambahnya. Mendagri menambahkan, Presiden Prabowo sendiri telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Januari 2026 lalu. Setelah peresmian tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di beragam wilayah dengan menggunakan prototipe gedung nan sama. Dalam kesempatan itu, Mendagri membujuk para kepala wilayah se-Tanah Papua untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari family prasejahtera agar mempunyai masa depan lebih baik. "Saya juga merasa bangga lantaran bisa melakukan groundbreaking di sini ... Saya terima kasih dan merasa terhormat," tandas Mendagri. Turut datang pada aktivitas tersebut Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen, serta jejeran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·