Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan ekonomi kerakyatan menjadi bagian krusial dalam mendorong pertumbuhan nan semakin inklusif. Hal ini sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan ditindaklanjuti oleh Danantara Indonesia. Ditambah lagi, support Pemerintah agar PNM dapat memperluas akses pembiayaan nan terjangkau bagi masyarakat kecil, pengusaha ultra mikro sekarang mendapatkan ruang nan semakin besar untuk mengembangkan usahanya melalui penerapan kembang pembiayaan sebesar 8% melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses finansial umum sekaligus membuka kesempatan nan lebih luas bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi. Langkah tersebut mempertegas keberpihakan terhadap pengusaha di tingkat akar rumput, khususnya wanita pengusaha ultra mikro nan selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Kehadiran pembiayaan nan semakin terjangkau diharapkan dapat memberikan ruang bagi pengguna untuk mengelola modal secara lebih optimal, mempertahankan keberlangsungan usaha, hingga memperbesar kesempatan untuk tumbuh. Pada saat nan sama, ekspansi akses pembiayaan juga menjadi bagian krusial dalam mendorong semakin banyak masyarakat masuk dan berkembang dalam ekosistem finansial formal.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menerjemahkan agenda besar pemerintah menjadi faedah nan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi rakyat menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan akses pembiayaan nan semakin terjangkau. Bagi PNM, pembiayaan bukan hanya tentang memberikan modal, tetapi gimana akses tersebut dapat menjadi pintu bagi ibu-ibu pengusaha ultra mikro untuk tumbuh, semakin mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujar Kindaris dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).
Lebih dari sekadar akses permodalan, model pemberdayaan nan dijalankan turut mengintegrasikan pembiayaan dengan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, pengembangan jejaring bagi pengguna serta solidaritas sosial sehingga pengguna kudu datang dan mengikuti sistem nan bertindak dalam kelompok. Pendekatan tersebut menjadikan penerapan kembang 8% sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan nan lebih luas, sehingga faedah nan diterima masyarakat tidak berakhir pada akses modal.
Melalui penguatan akses finansial dan pendampingan nan berkelanjutan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero), bagian dari BRI Group terus mendorong semakin banyak pengusaha ultra mikro mempunyai kesempatan untuk bertumbuh sekaligus mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

51 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·