Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan

4 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). Foto: Arif Julianto

JAKARTA - Presiden Mahasiswa Universitas Paramadina 2025/2026 Hudan Lil Muttaqien mengatakan kebijakan daya kudu dirancang secara berkepanjangan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemandirian daya menyangkut masa depan pembangunan ekonomi Indonesia.

Dia mendorong pengendalian subsidi daya agar daya betul-betul sampai ke tangan masyarakat secara merata. Hal tersebut disampaikan Hudan setelah aktivitas Focus Group Discussion (FGD) berjudul "Kedaulatan Energi sebagai Instrumen Penopang Ekonomi Nasional" nan diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Universitas Paramadina, di Universitas Paramadina, Jakarta.

"Dengan pemerintah tetap menjaga subsidi BBM kepada masyarakat tetap berjalan, artinya kebijakan publik nan diambil tetap berpihak kepada masyarakat menengah dan bawah. Sembari pemerintah mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tugas kita sebagai mahasiswa, akademisi, dan masyarakat secara umum untuk mengawal dan mengawasi kebijakan pemerintah," ujar Hudan dikutip Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban

Sementara itu, personil Presidium Kesatria Muda Respublika Darma Alwi mengimbau agar masyarakat, mahasiswa, dan pemuda lebih bijak dalam menyikapi rumor energi. Ia berbincang pentingnya memandang persoalan ini secara bening dan berbasis pada info ekonomi nan nyata.

"Masyarakat dan pemuda kudu lebih bijak lagi dalam memandang rumor daya ini. Kita tidak boleh mengedepankan penilaian subjektif tanpa didasarkan pada fakta-fakta sebenarnya mengenai kondisi daya nasional kita," ujar Alwi.

Selengkapnya