Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

9 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Khudori, Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI). Foto/SIndoNews

Khudori
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

HARGA beras terus merangkak naik. Beras medium maupun premium. BPS mencatat, pada pekan ketiga Juni 2026, nilai rerata nasional beras medium mencapai Rp 14.402 per kilogram (kg) alias naik 0,38% dibandingkan nilai rerata pada Mei 2026. Pada periode nan sama, nilai rerata nasional beras premium Rp16.230 per kg alias naik 0,46% dari Mei 2026. Harga kedua jenis beras itu di atas nilai satuan tertinggi (HET) beras medium dan premium di area I nan dipatok Rp13.500 per kg dan Rp 14.900 per kg.

Sebelumnya, ketika merilis info inflasi pada 2 Juni 2026, BPS mencatat dari April ke Mei 2026 nilai beras di pengilingan, grosir, dan satuan berturut-turut naik 0,58%, 0,68%, dan 0,38%. Jika dirunut ke belakang, dari Januari hingga Mei 2026 nilai beras di pengilingan, grosir, dan satuan terus naik. Lima bulan berturut-turut. Tidak ada jeda. Persentase kenaikan tiap bulan tidak besar. Jika diakumulasikan, selama lima bulan kenaikan di penggilingan 1,3%, di grosir 2,5%, dan di satuan 2,3%.

Secara tahunan, nilai beras di penggilingan naik 8,1%, di grosir 6,11%, dan di satuan 4,55%. Catatannya bukan di persentase kenaikan nan kecil. Pertama, meskipun persentase kenaikannya kecil, jika pada periode nan sama harga-harga komoditas pangan lain juga naik daya beli penduduk miskin/rentan bakal terpukul. Termasuk mereka nan menyemut alias berada hanya sedikit di atas garis kemiskinan. Kedua, nilai beras memang sudah tinggi. Kalau harganya merangkak tentu kenaikannya tidak besar (lagi).

Tanpa banyak disadari, selama lima bulan berturut-turut pula di tahun ini beras menjadi penyumbang inflasi rutin. Termasuk pada saat panen raya Februari-Mei 2026, nan produksi beras melimpah. Sesuai norma besi pasokan-permintaan, pasokan melimpah mestinya nilai menjadi terkendali. Bahkan ada kesempatan nilai beras turun dan inflasi jinak alias malah menjadi penyumbang deflasi. Tapi tahun ini tidak terjadi.

Selengkapnya