Ilustrasi.(Dok. Magnific)
PERNAHKAH Anda terpikir kenapa luar angkasa tetap terlihat gelap gulita meski Matahari bercahaya sangat terang dan terdapat jutaan bintang di sana? Sekilas, kondisi ini memang terlihat bertolak belakang dengan logika kita nan terbiasa dengan terangnya siang hari di Bumi. Namun, kegelapan ruang angkasa rupanya berangkaian erat dengan kondisi ruang nan nyaris tidak mempunyai atmosfer untuk menyebarkan cahaya.
Matahari Terang, tetapi Langit Gelap
Berdasarkan penjelasan NASA, di orbit rendah Bumi, atmosfer tidak cukup padat untuk menyebarkan sinar Matahari ke beragam arah. Akibatnya, gambaran terlihat hitam pekat dan langit tetap gelap meskipun Matahari sedang bercahaya dengan intensitas penuh. Fenomena ini terdokumentasi dengan jelas dalam foto-foto aktivitas spacewalk saat perbaikan Teleskop Luar Angkasa Hubble pada Februari 1997.
Kondisi tersebut sangat berbeda dengan apa nan terjadi di Bumi. Di planet kita, sinar Matahari menabrak molekul gas dan partikel di atmosfer, nan kemudian menyebarkan sinar tersebut ke segala arah. Proses sebaran inilah nan membikin langit Bumi tampak terang dan berwarna biru pada siang hari.
Di luar angkasa, nyaris tidak ada materi alias atmosfer nan cukup untuk melakukan proses penyebaran tersebut. Oleh lantaran itu, sinar Matahari tetap bergerak lurus melewati ruang hampa, namun latar belakangnya tetap tampak gelap lantaran tidak ada medium nan memantulkan alias menyebarkan sinar tersebut ke mata pengamat.
Besarnya Energi nan Dipancarkan Matahari
Meski ruang angkasa tampak gelap, bukan berfaedah daya di sana minim. Sebaliknya, daya nan dipancarkan Matahari sangatlah besar. NASA memperkirakan total radiasi Matahari nan mencapai bagian terluar atmosfer Bumi mencapai sekitar 1.368 watt per meter persegi.
Untuk memberi gambaran, jumlah daya tersebut setara dengan daya sekitar 23 lampu berukuran 60 watt nan menyala secara berbarengan untuk setiap satu meter persegi lahan. Pengukuran radiasi ini dilakukan secara berkepanjangan melalui beragam instrumen satelit untuk membantu intelektual memahami perubahan keluaran daya Matahari dan pengaruhnya terhadap suasana di Bumi.
Mengapa Jutaan Bintang Tidak Menerangi Langit?
Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa jutaan bintang di alam semesta tidak bisa membikin ruang angkasa menjadi terang benderang? NASA menjelaskan dua argumen utama:
- Usia Alam Semesta nan Terbatas: Cahaya dari bintang-bintang nan sangat jauh belum semuanya mempunyai waktu nan cukup untuk mencapai Bumi lantaran alam semesta mempunyai usia nan terbatas.
- Pemuaian Alam Semesta: Alam semesta terus mengembang. Hal ini menyebabkan sinar dari objek-objek nan sangat jauh mengalami pergeseran merah (redshift), di mana panjang gelombangnya meregang hingga tidak lagi dapat dilihat oleh mata manusia (bergeser ke spektrum inframerah).
Luar angkasa terlihat gelap bukan lantaran ketiadaan cahaya. Matahari dan bintang-bintang tetap memancarkan daya nan luar biasa besar. Kegelapan tersebut terjadi lantaran ketiadaan atmosfer nan berfaedah menyebarkan sinar ke beragam arah, serta aspek usia dan pemuaian alam semesta itu sendiri.
(NASA/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·