Mengenal 55 Cancri e, Planet “Berlian” dengan Suhu hingga 2.400 Derajat Celsius

1 jam yang lalu 2
Mengenal 55 Cancri e, Planet “Berlian” dengan Suhu hingga 2.400 Derajat Celsius Ilustrasi(Doc Space)

DI luar Tata Surya terdapat sebuah planet nan pernah dijuluki sebagai “planet berlian” lantaran diduga mempunyai kandungan karbon sangat tinggi. Planet tersebut adalah 55 Cancri e, sebuah super-Earth nan berada sekitar 41 tahun sinar dari Bumi di rasi Cancer.

Menurut laporan National Geographic, 55 Cancri e mempunyai ukuran sekitar dua kali diameter Bumi dan massa sekitar delapan kali lebih besar. 

Planet ini juga mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, 55 Cancri A, sehingga hanya memerlukan sekitar 18 jam untuk menyelesaikan satu orbit. Kondisi tersebut membikin permukaannya sangat panas dan tidak memungkinkan kehidupan seperti di Bumi.

Mengapa Disebut Planet Berlian?

Julukan “planet berlian” bermulai dari penelitian astronom Yale University nan dipublikasikan pada 2012. Para peneliti saat itu membikin model berasas massa, ukuran planet, serta komposisi bintang induknya.

Berdasarkan laporan National Geographic mengenai penelitian tersebut, para astronom menduga 55 Cancri e merupakan bumi nan kaya karbon. 

Dalam tekanan dan temperatur ekstrem di bagian dalam planet, karbon secara teoritis dapat berada dalam corak grafit dan berlian. 

Model awal apalagi menggambarkan adanya lapisan permata tebal di bawah permukaan nan kaya grafit.

Namun, julukan “planet berlian” tidak berfaedah intelektual telah membuktikan bahwa seluruh planet tersebut terbuat dari berlian. 

Menurut laporan Space, penelitian lanjutan justru mempertanyakan dasar teori tersebut setelah kajian baru terhadap bintang induk 55 Cancri menunjukkan kandungan oksigen nan lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya.

Bagaimana Berlian Bisa Terbentuk?

Jika 55 Cancri e memang mempunyai interior kaya karbon, proses pembentukan permata diperkirakan berangkaian dengan tekanan dan suhu ekstrem di dalam planet.

Planet berbatu terbentuk dari material nan mengelilingi bintang muda. Material tersebut perlahan berkumpul hingga membentuk planet. 

Jika material pembentuknya mempunyai kandungan karbon tinggi, tekanan dan panas di bagian dalam planet dapat menciptakan kondisi nan memungkinkan karbon berubah menjadi struktur seperti berlian.

Karena itu, “planet berlian” lebih tepat dipahami sebagai asumsi mengenai komposisi internal 55 Cancri e, bukan kepastian bahwa permukaannya merupakan hamparan berlian.

Planet Panas dengan Lautan Lava

Menurut laporan Space, pengamatan menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) menunjukkan 55 Cancri e merupakan bumi nan sangat panas. 

Planet ini berada hanya sekitar 2,3 juta kilometer dari bintangnya dan mempunyai temperatur permukaan sekitar 2.400 derajat Celsius. Kondisinya membikin permukaan planet diperkirakan berupa lautan lava global.

JWST juga menemukan indikasi bahwa 55 Cancri e mempunyai atmosfer nan cukup tebal. Menurut laporan tersebut, atmosfer ini kemungkinan terbentuk dari proses outgassing, ketika gas dari interior planet nan meleleh keluar melalui permukaan. 

Model nan digunakan peneliti mendukung kemungkinan adanya karbon monoksida dan karbon dioksida dalam atmosfer tersebut.

Dengan demikian, meski 55 Cancri e pernah disebut planet berlian, para intelektual tetap terus menguji komposisi sebenarnya. 

Yang sudah jelas, planet ini merupakan salah satu bumi ekstrem di luar Tata Surya dan memberikan kesempatan bagi astronom untuk memahami sungguh beragamnya planet nan dapat terbentuk di alam semesta.

Sumber: National Geographic dan Space

Selengkapnya