Mengintip Cara NASA Mengalihkan Asteroid dengan Teknik Kinetic Impactor

1 jam yang lalu 3
Mengintip Cara NASA Mengalihkan Asteroid dengan Teknik Kinetic Impactor Ilustrasu asteroid dan bumi.(Dok. Magnific)

BAYANGKAN sebuah asteroid berukuran besar terdeteksi sedang bergerak menuju Bumi. Dalam skenario seperti itu, manusia tidak bisa menghentikannya dengan langkah sederhana. Salah satu solusi nan sekarang betul-betul diuji para intelektual adalah mengubah lintasan asteroid sebelum barang tersebut mencapai Bumi.

Teknik tersebut dikenal sebagai kinetic impactor, ialah menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid dengan kecepatan tinggi untuk memberikan dorongan mini pada pergerakannya. Meski perubahan kecepatannya mungkin sangat kecil, dorongan tersebut dapat membikin posisi asteroid bergeser cukup jauh setelah menempuh perjalanan panjang di ruang angkasa. NASA telah menguji konsep ini melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART).

Keberhasilan Misi DART

Pada September 2022, pesawat DART sengaja ditabrakkan ke Dimorphos, sebuah asteroid mini nan mengorbit asteroid Didymos. Misi tersebut bukan untuk menghancurkan asteroid, melainkan menguji apakah manusia bisa mengubah geraknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa teknik tumbukan kinetik memang dapat mengubah lintasan barang langit. NASA mencatat bahwa tabrakan DART memperpendek waktu nan dibutuhkan Dimorphos untuk mengorbit Didymos sekitar 33 menit. Hasil tersebut menjadi bukti krusial bahwa teknologi pengalihan asteroid dapat menjadi salah satu pilihan pertahanan planet andaikan suatu hari ditemukan asteroid nan betul-betul berada pada jalur tabrakan dengan Bumi.

Menabrakkan pesawat ke asteroid bukan berfaedah persoalan langsung selesai. Ilmuwan perlu memahami ukuran, massa, bentuk, komposisi, struktur internal, hingga karakter permukaan asteroid untuk menentukan efektivitas tumbukan.

Misi Lanjutan: Hera dan Deteksi Dini

Untuk mempelajari hasil penelitian DART secara lebih mendalam, European Space Agency (ESA) mengembangkan misi Hera. Pesawat tersebut ditujukan untuk melakukan survei mendetail terhadap sistem Didymos dan Dimorphos serta mempelajari akibat nan ditimbulkan oleh tumbukan DART. Data Hera diharapkan membantu mengubah penelitian tersebut menjadi teknik pertahanan planet nan lebih terukur dan dapat diulang.

Selain keahlian membelokkan asteroid, aspek nan tidak kalah krusial adalah penemuan dini. NASA menekankan bahwa sebuah asteroid kudu ditemukan cukup jauh sebelum potensi tumbukannya agar manusia mempunyai waktu untuk merencanakan dan menjalankan misi pengalihan. Karena itu, pemantauan objek dekat Bumi menjadi bagian krusial dari strategi pertahanan planet.

NASA juga mengembangkan NEO Surveyor, teleskop antariksa nan dirancang unik untuk membantu menemukan dan mengkarakterisasi objek dekat Bumi nan berpotensi berbahaya, termasuk asteroid nan susah diamati lantaran mempunyai permukaan gelap alias memantulkan sedikit cahaya.

Meski belum ada teknologi nan dapat menjamin semua jenis asteroid bisa dialihkan, keberhasilan DART menunjukkan perubahan krusial dalam langkah manusia menghadapi ancaman dari luar angkasa. Pertahanan planet tidak lagi sekadar konsep dalam movie fiksi ilmiah. Dengan penemuan nan cukup dini, pengamatan nan akurat, serta teknologi pengalihan nan terus dikembangkan, manusia mempunyai kesempatan untuk mengubah jalur asteroid sebelum terlambat. (NASA/H-3)

Selengkapnya