Menhub Soroti Selisih Manifest KMP Putri Yasmin yang Terbakar di Bali

52 menit yang lalu 3
Menhub Soroti Selisih Manifest KMP Putri Yasmin nan Terbakar di Bali Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.(Dok. Antara)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti adanya perbedaan signifikan antara jumlah penumpang di lapangan dengan info manifest KMP Putri Yasmin nan terbakar di perairan Bali, Rabu (12/8). Menhub menginstruksikan verifikasi menyeluruh untuk memastikan kecermatan info manifest dan jumlah orang nan sukses ditemukan dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin hanya mencatat 114 penumpang di luar awak kapal. Namun, hingga Rabu sore, jumlah orang nan ditemukan mencapai 173 orang, dengan rincian 172 selamat dan satu orang meninggal dunia. Selain itu, terdapat laporan satu kapal menuju Pelabuhan Lembar nan membawa 39 orang tambahan.

“Dugaan perbedaan jumlah penumpang ini merupakan temuan serius nan bakal ditindaklanjuti melalui investigasi komprehensif. Penambahan penumpang setelah surat izin berlayar terbit kudu tetap dilaporkan. Inilah nan menjadi bahan pertimbangan kami,” ujar Menhub Dudy dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Kepala Basarnas Lombok, Muhammad Haryadi, mengakui pendataan penumpang sangat kacau dengan selisih mencapai 56 orang dari manifest resmi. Ketidaksesuaian ini diduga dipicu oleh banyaknya pengemudi truk nan membawa penumpang alias pekerja tambahan tanpa melapor secara resmi kepada petugas pelabuhan.

Hingga Kamis (13/8), Posko SAR di Pelabuhan Lembar tetap mencatat lima korban nan belum ditemukan. Petugas campuran telah melakukan pengecekan silang di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, namun nama-nama tersebut belum terdata dalam daftar penumpang selamat.

Terkait penduduk negara asing (WNA), terdapat tujuh orang nan menjadi korban dan seluruhnya dilaporkan selamat. Meski demikian, muncul ketidaksesuaian info pada satu WNA asal Australia berjulukan Aeleya Bee Tepaea Such nan tercantum dalam manifest namun tidak ditemukan dalam daftar pemindahan selamat.

Mengenai penyebab kebakaran, Menhub menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia menegaskan bahwa KMP Putri Yasmin sebelumnya telah dinyatakan laik laut berasas pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.

“Kami tidak mau mendahului hasil investigasi KNKT. nan terpenting, penyebab kejadian ini diketahui jelas sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di masa mendatang,” pungkas Menhub. (Z-10)

Selengkapnya