Ramai-Ramai Bahas Strategi Penguatan Mineral-Emas Demi Ekonomi RI

55 menit yang lalu 2

Mindialogue 2026 kembali digelar, mempertemukan pemangku kebijakan dan industri untuk membahas mineral sebagai penopang stabilitas ekonomi RI.

 Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Mindialogue 2026 kembali digelar, mempertemukan pemangku kebijakan dan industri untuk membahas mineral sebagai penopang stabilitas ekonomi RI nan berjalan di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Direktur Utama BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa sebagai komoditas nan strategis, emas semestinya ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pengembangan perekonomian di dalam negeri. Hal ini mengingat ketiadaan tambang rakyat nan susah masuk ke rantai pasok umum dan tidak terfasilitasi standar pemurnian LBMA sehingga mengurangi penerimaan negara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu membeberkan, bahwa pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi khususnya mengenai perizinan. Mulanya, Todotua menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai sasaran pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. Salah satu nan bisa mendukung itu adalah teralisasinya sasaran investasi nan masuk ke dalam negeri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan Indonesia perlu mengoptimalkan kekayaan alam melalui hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah. Danantara mendorong strategi garang dengan mengintegrasikan proses dari hulu hingga hilir agar produksi hingga pengedaran melangkah terintegrasi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kemengerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, Heldy Satrya Putera menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kemengerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, Heldy Satrya Putera menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kementerian ESDM menilai sistem ketertelusuran (traceability) asal emas perlu diperkuat untuk menekan praktik pertambangan ilegal. Dirjen Minerba ESDM, Tri Winarno, mengatakan pembenahan tata kelola krusial lantaran ada indikasi emas terlarangan masuk ke sejumlah toko perhiasan. Pengawasan juga perlu diperketat dari hulu hingga hilir agar peredaran emas lebih transparan dan kedaulatan devisa negara terjaga. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Indonesian Mining Institute (IMI) menyebut potensi persediaan emas Indonesia tetap besar dan tersebar di beragam wilayah. Chairman IMI Irwandy Arif mengatakan salah satunya adalah Sumbawa Timur Mining (STM) nan mengelola Proyek Hu’u di Dompu, NTB. Meski tetap dalam tahap eksplorasi, proyek tersebut disebut berpotensi mempunyai persediaan emas lebih besar dibandingkan PT Freeport Indonesia di Papua Tengah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Investasi emas sekarang semakin diminati dibandingkan pembelian perhiasan, seiring kenaikan nilai komoditas tersebut. Ekonom Senior INDEF Aviliani mengatakan tren ini menunjukkan pergeseran pola permintaan, di mana masyarakat lebih memilih emas sebagai aset investasi daripada perhiasan. Kondisi tersebut dinilai wajar lantaran kenaikan nilai emas meningkatkan daya tariknya sebagai instrumen investasi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Selengkapnya