Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas transportasi di sejumlah wilayah Kalimantan tetap melangkah di tengah kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Kementerian Perhubungan menyebut jasa transportasi darat, laut, dan udara tetap beraksi dengan pengawasan terhadap kondisi asap dan kualitas udara.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pergerakan penumpang maupun pengedaran peralatan tetap berlangsung. Pemerintah tetap memantau perkembangan karhutla untuk memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu keselamatan perjalanan.
"Aktivitas pergerakan penumpang maupun pengedaran logistik tetap berjalan sesuai standar keselamatan nan berlaku. Namun demikian, pemantauan terhadap kondisi karhutla, kualitas udara serta dampaknya terhadap kelancaran pelayanan transportasi tetap dilakukan secara berkala," ujar Dudy dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perbaikan. Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan menjadi beberapa wilayah nan mengalami penurunan akibat asap, sehingga operasional transportasi secara umum tetap dapat berjalan.
"Memang ada beberapa penerbangan nan terdampak, terutama dari Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Namun, situasi sudah berangsur kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui info sebelum melakukan perjalanan," lanjutnya.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah membuka ruang bagi penggunaan pesawat asing untuk membantu aktivitas pemadaman serta penanganan akibat bencana. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memproses 35 izin unik untuk pengoperasian pesawat udara dengan registrasi asing. Pesawat nan telah mengantongi izin tersebut dapat dipindahkan ke wilayah lain andaikan kebutuhan penanganan musibah berubah.
Kebijakan reposisi itu memungkinkan pesawat nan sebelumnya ditempatkan di satu wilayah untuk segera dikerahkan ke letak lain nan memerlukan dukungan. Dengan sistem tersebut, armada support tidak kudu melalui proses perizinan baru setiap kali terjadi perubahan letak operasi.
Operator pesawat cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam setelah melakukan reposisi. Ketentuan tersebut merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat mobilisasi armada udara dalam menghadapi karhutla nan kondisi dan lokasinya dapat berubah dengan cepat. Di sisi lain, Kemenhub tetap meminta masyarakat memperhatikan info terbaru sebelum melakukan perjalanan, khususnya mengenai kondisi penerbangan di wilayah terdampak.
"Aktivitas pergerakan penumpang maupun pengedaran logistik tetap berjalan sesuai standar keselamatan nan berlaku. Namun demikian, pemantauan terhadap kondisi karhutla, kualitas udara serta dampaknya terhadap kelancaran pelayanan transportasi tetap dilakukan secara berkala," kata Dudy.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

3 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·