Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Karhutla Siap, Ingatkan BNPB Jangan Mark Up

1 hari yang lalu 10
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Karhutla Siap, Ingatkan BNPB Jangan Mark Up Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(MI/Ihfa Firdausya)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kesiapan anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nan saat ini tengah melanda sejumlah wilayah. Meski belum menerima laporan perincian mengenai total biaya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Purbaya menegaskan biaya darurat selalu tersedia.

Purbaya menyebut bahwa saat ini BNPB mempunyai biaya siap pakai sebesar Rp5 triliun nan dapat digunakan untuk penanganan bencana. Ia menjelaskan bahwa Kemenkeu tetap menunggu asesmen ulang dari BNPB mengingat situasi kebakaran nan tetap bergerak di lapangan.

"BNPB belum ngasih biaya total (untuk karhutla). Kita nggak tahu berapanya. Kan ini tetap terjadi kan, dia bakal ases ulang," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu memberikan peringatan keras agar penggunaan anggaran musibah dilakukan secara transparan dan efisien. Ia meminta agar tidak ada praktik penggelembungan biaya alias mark up dalam operasional penanganan di lapangan.

"Kita sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa. Asal jangan di-markup saja. Tapi hitungan saya sih nggak bakal sebesar (penanganan bencana) di Aceh. Karena Aceh kan masif sekali," imbuhnya.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah mempunyai pendekatan unik dalam mengalokasikan anggaran bencana. Menurutnya, penanganan musibah berangkaian langsung dengan keselamatan jiwa masyarakat, sehingga prosesnya bakal berbeda dengan program shopping rutin pemerintah lainnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya bahwa karhutla dapat segera teratasi. Saat memberikan sambutan di Bali pada Selasa (26/8), Presiden menyebut pengerahan sumber daya telah dilakukan secara maksimal untuk mitigasi kebakaran.

"Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi, di beberapa tempat saya kira saya berambisi dalam satu dua minggu ini bisa selesai semua,” ungkap Presiden Prabowo. (Z-10)

Selengkapnya