enteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra (kiri).(MI/SUSANTO)
MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berambisi situasi di Aceh tetap tenang setelah terjadi kericuhan dalam peringatan Hari Damai Aceh. Ia membujuk seluruh komponen masyarakat menjaga kedamaian dan bersama-sama memperbaiki beragam persoalan nan tetap dihadapi masyarakat Aceh.
"Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah, kondusif dan, semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian. Dan kita menghormati semua komponen masyarakat Aceh nan sama-sama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Yusril di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Yusril menegaskan pemerintah menghormati seluruh golongan masyarakat Aceh nan mempunyai kecintaan terhadap Indonesia. Menurutnya, beragam kekurangan nan tetap terdapat di tengah masyarakat perlu diselesaikan secara bersama-sama agar kondisi wilayah tersebut semakin baik.
"Dan tentu juga, kita bakal bekerja bersama-sama mengatasi beragam kekurangan nan terdapat di dalam masyarakat nan menjadi tugas kita berbareng untuk perbaiki keadaan," ujarnya.
Seruan persatuan itu disampaikan di tengah situasi Aceh nan sempat diwarnai kericuhan saat peringatan 21 tahun Hari Damai di Banda Aceh. Kericuhan bermulai ketika sebagian massa dari sejumlah komponen masyarakat berupaya memasang bendera bintang bulan di salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.
Rencana pemasangan bendera tersebut kemudian dilarang abdi negara TNI nan berjaga di sekitar pagar masjid. Situasi itu berujung pada kericuhan dalam rangkaian peringatan tersebut. (P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·