Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kiri) dan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2025 Bayu Priawan Djokosoetono (kanan)(ANTARA FOTO/Fauzan/foc.)
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendukung pengusutan kasus dugaan kekerasan seksual nan melibatkan mantan pembimbing kepala Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia berinisial HB.
Erick menegaskan proses norma kudu dikawal dengan mengedepankan keadilan serta perlindungan terhadap korban.
"Kami mendukung penuh langkah Kepolisian dalam menegakkan norma dan mengungkap perkara ini secara tuntas. nan paling krusial adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan keadilan," ujar Erick dalam keterangannya.
Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri telah menetapkan HB sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual terhadap lima atlet putri panjat tebing. Peristiwa tersebut diduga terjadi berulang kali sejak 2022 hingga Desember 2025.
Perkara dugaan kasus kekerasan seksual tersebut telah dinyatakan komplit (P-21). Penyerahan tersangka beserta peralatan bukti alias Tahap 2 juga sudah dilakukan ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Erick menilai penanganan kasus itu kudu menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan atlet di seluruh bagian olahraga nasional. Ia meminta seluruh induk organisasi, pengurus, pelatih, hingga ofisial untuk menempatkan keselamatan atlet sebagai prioritas utama.
"Olahraga kudu menjadi ruang nan kondusif bagi setiap atlet untuk tumbuh, berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa. Tidak boleh ada penyalahgunaan kekuasaan, relasi kuasa, kekerasan, apalagi kekerasan seksual," tegasnya.
Ia juga berambisi para korban mendapatkan ruang pemulihan bentuk maupun psikologis tanpa intimidasi alias stigma.
"Jangan merasa bersalah atas apa nan terjadi. Fokus pada pemulihan diri. Kami berambisi mereka mendapatkan support dari keluarga, federasi, pemerintah, dan seluruh masyarakat," kata Erick.
Kemenpora berkomitmen mendorong sistem pencegahan, pengaduan, hingga pendampingan nan berpihak kepada korban demi menciptakan ekosistem olahraga nan sehat.
"Kita mau membangun olahraga Indonesia nan bersih. Bersih bukan hanya dari doping alias pengaturan pertandingan, tetapi juga bersih dari kekerasan, pelecehan, intimidasi, dan penyalahgunaan kekuasaan," pungkasnya. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·