ARTICLE AD BOX
loading...
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat usai memberikan Kuliah Umum dan Diskusi Ilmiah dengan akademisi dan civil society organizations (CSO) di Universitas Harkat Negeri, Kampus Mataram, Kota Tegal. Foto: Istimewa
BREBES - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat memberikan Kuliah Umum dan Diskusi Ilmiah dengan akademisi dan civil society organizations (CSO) di Universitas Harkat Negeri, Kampus Mataram, Kota Tegal, Jumat (3/7/2026). Dalam kesempatan itu, dia berambisi ada moratorium pembalakan rimba alias moratorium deforestasi.
“Saya berambisi tidak buru-buru menebang hutan. Mudah-mudahan ada moratorium pembalakan rimba alias moratorium deforestasi. Wah bisa jadi headline tuh, Menteri Lingkungan hidup meminta ada moratorium deforestasi. Ya enggak apa-apa silakan saja. Kan saya hanya berambisi dan bukan bertentangan dengan nan suka nebang-nebang hutan. Siapa tahu didengar dan itu jadi lebih baik buat kita semua,” kata Jumhur Hidayat.
Hal itu dikatakan Jumhur menanggapi pertanyaan dari seorang peserta obrolan soal pembalakan rimba untuk diganti dengan tanaman sawit dengan tujuan menciptakan bio daya seperti bio etanol. Jumhur menjelaskan, bukan hanya tanaman sawit nan bisa dijadikan bio daya seperti bio etanol, tapi juga bisa dari tanaman jagung dan bisa juga dari tebu.
Baca juga: Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
"Intinya kelak bakal ada hitungannya, deltanya berapa. Misalnya menebang hutan, hijaunya hilang, tapi kemudian menanam rimba nan lain nan juga bisa menyerap emisi tapi juga sekaligus bisa menghasilkan bahan bakar nan rendah emisi lantaran sebelumnya kita memakai BBM berbahan bakar fosil,” kata Jumhur.
Jumhur menjelaskan, nantinya bakal bisa dihitung komparasi di antara penggunaan jenis-jenis sumber bahan bakar. Misalnya, sebelumnya masyarakat memakai bahan bakar batu bara, lampau memakai minyak bumi, dan sekarang pakai bio etanol, kelak bakal terlihat secara nett ditemukan berapa deltanya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·