Militer kolonialis Israel.(Anadolu)
KETEGANGAN di Tepi Barat kembali meningkat setelah militer penjajah Israel memberlakukan penutupan terhadap Desa Taybeh, wilayah nan kebanyakan penduduknya merupakan umat Kristen Palestina.
Penutupan tersebut diberlakukan bagi penduduk nonpenduduk desa. Militer penjajah Israel menyebut kebijakan itu diperlukan untuk mencegah meningkatnya tindakan kekerasan terhadap penduduk Palestina nan dilakukan oleh pemukim kolonialis Israel di beragam wilayah Tepi Barat.
Juru bicara militer penjajah Israel mengatakan pembatasan tersebut hanya diberlakukan terhadap warga penjajah Israel dan tidak ditujukan kepada penduduk Palestina. Ia menjelaskan bahwa Taybeh telah ditetapkan sebagai area militer tertutup. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah muncul laporan mengenai pelanggaran terhadap perintah penutupan.
"Setelah menerima laporan pelanggaran terhadap perintah tersebut, tentara IDF dikirim ke area dan beraksi untuk membubarkan kerumunan dan menahan pelaku guna melindungi penduduk di area tersebut dan menjaga ketertiban," kata ahli bicara tersebut.
Taybeh merupakan salah satu organisasi Kristen Palestina nan berada di Tepi Barat. Secara keseluruhan, sekitar 50.000 umat Kristen Palestina tinggal di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem. Penutupan Taybeh berjalan di tengah meningkatnya laporan mengenai serangan pemukim penjajah Israel terhadap penduduk Palestina.
Salah satu kejadian terjadi pada Juni lampau ketika sejumlah pemukim dilaporkan menghalangi penduduk nan berupaya memadamkan kebakaran besar di sekitar Taybeh. Petugas pemadam kebakaran dari Pertahanan Sipil Palestina dan pendeta setempat mengatakan situasi tersebut mencerminkan pola kekerasan dan intimidasi nan terus dialami penduduk Palestina.
"Pola intimidasi dan kekerasan nan tidak berdasar terus bersambung terhadap penduduk Palestina dan berakibat pada hak-hak dasar penduduk," demikian menurut pernyataan mereka.
Temuan serupa juga muncul dalam penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa nan dirilis pada Selasa. Laporan tersebut menyatakan adanya keterlibatan langsung otoritas kolonialis Israel dalam sejumlah serangan nan dilakukan pemukim.
Serangan itu disebut telah menyebabkan penduduk Palestina tewas, terluka, maupun terusir dari tempat tinggal mereka di Tepi Barat. Namun, misi kolonialis Israel untuk PBB di Jenewa menolak temuan tersebut. Penjajah Israel menyatakan bahwa para pejabat senior negara, termasuk presiden dan perdana menteri, telah berulang kali mengecam kekerasan nan dilakukan terhadap penduduk Palestina.
Di sisi lain, ekspansi kolonialis Israel di Tepi Barat terus menjadi sorotan internasional. Otoritas kolonialis Israel terus memperluas permukiman dan kontrol wilayah di area tersebut, termasuk melalui pembangunan permukiman nan oleh masyarakat internasional secara luas dianggap terlarangan berasas norma internasional.
Penutupan Desa Taybeh menambah kekhawatiran mengenai kondisi organisasi Kristen Palestina di tengah meningkatnya kekerasan dan ketegangan di Tepi Barat. (Anadolu/Fer/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·