Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Industri Pertambangan ialah MIND ID menyoroti tetap banyaknya kekayaan sumber daya alam mineral dalam negeri, nan selama ini belum dapat dimanfaatkan secara langsung oleh badan upaya milik negara (BUMN).
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu perihal nan dia temukan ketika pertama kali mendapatkan mandat untuk memimpin holding tambang ini.
"Awal-awal kami mendapatkan mandat sebagai Dirut MIND ID kami banyak merasakan banyaknya kekayaan sumber daya alam mineral nan tidak bisa dimanfaatkan langsung oleh kita sebagai BUMN," kata Maroef dalam aktivitas Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, (Rabu 12/8/2026).
Menurut dia, kekayaan sumber daya mineral RI selama ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain. Bahkan, sejumlah pihak tersebut mempunyai keahlian teknologi nan memungkinkan mereka mengolah dan memanfaatkan sumber daya mineral Indonesia secara lebih optimal.
"Lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain juga BUMN dan bisa mudah ditrace juga tapi itu BUMN nan mempunyai teknologi dahsyat Badan Usaha Mirip Negara Lain. bukan kita BUMN ini," kata Maroef.
Sebagaimana diketahui, Indonesia masuk jejeran negara dengan persediaan emas terbesar di dunia. Berdasarkan info U.S. Geological Survey (USGS) dalam Mineral Commodity Summaries 2026, persediaan emas Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 3.600 ton.
Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati ranking keempat bumi dalam perihal persediaan emas, di bawah Australia, Rusia, dan Afrika Selatan. USGS memperkirakan total persediaan emas bumi pada 2025 mencapai sekitar 66.000 ton.
Secara rinci, Australia menjadi negara dengan persediaan emas terbesar di dunia, ialah 13.000 ton, disusul Rusia 12.000 ton dan Afrika Selatan 5.000 ton. Indonesia berada di posisi keempat dengan persediaan 3.600 ton.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

55 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·