Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi inevstasi di sektor hilirisasi pada semester II 2026 mencapai Rp300,1 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 6,9% dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu memaparkan kontribusi investasi di bagian hilirisasi saat ini mencapai 29,7% dari total realisasi investasi Semester 1 2026. Menurutnya, peningkatan investasi pada program hilirisasi menjadi jagoan untuk menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
"Kalau menuju 8% memang salah satu parameter nomor realisasi investasi 2025 daripada sasaran investasi Rp1950 triliun, kita bisa achieve 3% di atas itu, dan di 2026 ini kita memang targetnya lebih besar dan di semester 1 2026 kira-kira mencapai seribu triliunan," kata Todotua dalam aktivitas Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, (Rabu 12/8/2026).
Berdasarkan bahan paparannya, sektor mineral tetap menjadi tulang punggung investasi hilirisasi dengan nilai mencapai Rp206,5 triliun sepanjang semester I-2026. Investasi tersebut berasal dari hilirisasi di sektor strategis.
Misalnya seperti nikel sebesar Rp71 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, serta beragam komoditas mineral lainnya senilai Rp8,2 triliun.
Namun nan menarik, peta investasi hilirisasi mengalami perubahan pada kuartal II-2026. Untuk pertama kalinya, bauksit menggeser kekuasaan nikel sebagai komoditas dengan investasi hilirisasi terbesar.
Dari total investasi hilirisasi mineral sebesar Rp108,2 triliun pada kuartal II-2026, investasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun, melampaui nikel nan selama ini konsisten berada di posisi teratas.
Selain sektor mineral, investasi hilirisasi juga mengalir ke sektor perkebunan dan kehutanan dengan nilai Rp54,4 triliun. Rinciannya terdiri dari hilirisasi kelapa sawit sebesar Rp29,5 triliun, kayu log Rp16,3 triliun, karet Rp5 triliun, serta produk perkebunan dan kehutanan lainnya sebesar Rp3,6 triliun.
Sementara itu, investasi hilirisasi di sektor minyak dan gas bumi tercatat Rp35,4 triliun, sedangkan sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp3,8 triliun.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

49 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·