Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun(MI/Ihfa Firdausya)
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan tanggapan mengenai sasaran nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nan ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam arsip rancangan tersebut, pemerintah mematok nilai tukar rupiah di level Rp17.500 per dolar AS.
Angka tersebut berada di rentang atas rencana awal nan sebelumnya diproyeksikan pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Sebagai perbandingan, pada APBN 2026, sasaran dugaan nilai tukar rupiah dipatok pada rata-rata Rp16.500 per dolar AS.
"Kita kudu realistis. Selama ini rupiah berada di kisaran Rp17.000 apalagi Rp18.000 (per dolar AS). Rp17.000-nya pun berada di kisaran menuju ke Rp18.000," ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Misbakhun menekankan pentingnya objektivitas dalam menyusun dugaan makro. Menurutnya, saat ini sangat susah untuk mengembalikan posisi rupiah ke level Rp16.000, apalagi menyentuh nomor Rp15.000 per dolar AS.
"Nah ini kita kudu realistis. Realistisnya bahwa saat ini kita susah sekali menggeser rupiah itu kembali ke Rp16.000. Ke Rp15.000 sepertinya sudah tidak mungkin," imbuhnya.
Ia menilai APBN nan realistis dan objektif terhadap kondisi aktual sangat krusial untuk menjadi pegangan bagi pelaku pasar. Hal ini terutama berangkaian dengan penggunaan nilai tukar denominasi dolar dalam beragam transaksi strategis negara.
"Apalagi kita tetap sebagian besar tetap mengimpor minyak, BBM, gas, dan sebagainya sehingga kita tetap kudu menetapkan pada tingkat nan realistis. Sesuai dengan rupiah nan bertindak di pasar," jelas Misbakhun.
Asumsi Makro RAPBN 2027
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan sejumlah dugaan dasar ekonomi makro nan menjadi landasan penyusunan RAPBN 2027 dalam pidato Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8).
Selain nilai tukar rupiah di nomor Rp17.500 per dolar AS, pemerintah menetapkan target-target utama sebagai berikut:
- Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan mencapai 6%.
- Inflasi: Dijaga pada level 2,5%.
- Suku Bunga SBN 10 Tahun: Diperkirakan sebesar 6,9%.
- Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP): Diperkirakan US$75 per barel.
- Lifting Minyak: Ditargetkan 610 ribu barel per hari.
- Lifting Gas: Ditargetkan 954 ribu barel setara minyak per hari.
(E-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·