ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Duel Inggris vs Argentina acap kali berjalan panas. Salah satunya pertemuan kedua tim di Piala Dunia 1998 nan diwarnai kartu merah David Beckham.
Inggris dan Argentina sudah lima kali berjumpa di Piala Dunia. The Three Lions tetap unggul dengan mencatat tiga kemenangan, sementara Argentina dua kali menang.
Dua kekalahan Inggris terjadi pada Piala Dunia jenis 1986 (Meksiko) dan 1998 (Prancis). Kedua laga panas ini menyisakan kontroversi tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona saat menaklukkan Inggris di Meksiko bakal selalu dikenang. Tetapi, kekalahan Inggris nan diwarnai kartu merah David Beckham di Prancis juga tak boleh dilupakan.
Beckham pernah dipuja-puja bak pahlawan. Namun, kartu merah di Piala Dunia 1998 sempat membuatnya jadi musuh publik nomor satu di Inggris.
Momen nan mengubah hidup David Beckham itu terjadi saat Inggris bertemu Argentina di babak 16 besar.
Pertandingan berjalan dalam atmosfer penuh tensi. Rivalitas panjang kedua negara membikin laga tersebut melangkah keras dan sarat emosi sejak menit awal.
Di tengah ketatnya pertandingan, Beckham terlibat kejadian dengan gelandang Argentina, Diego Simeone. Setelah terjadi kontak di lapangan, Beckham nan tengah berada dalam posisi terjatuh melakukan aktivitas nan dianggap sebagai tendangan terhadap Simeone.
Wasit kemudian mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan kartu merah langsung kepada Beckham. Inggris kudu berjuang dengan 10 pemain dalam posisi seri 2-2.
Kendati bisa memberikan perlawanan sengit hingga babak perpanjangan waktu, Inggris akhirnya kandas melangkah ke perempat final setelah kalah lewat drama adu penalti.
Kekalahan itu menjadi pukulan besar bagi publik Inggris nan saat itu memandang Beckham cs sebagai generasi emas.
Beckham menghadapi tekanan luar biasa. Banyak pihak menilai kartu merah Beckham menjadi salah satu aspek utama kegagalan Inggris melangkah lebih jauh di Piala Dunia.
Beckham seolah mendapat kesempatan kedua di Piala Dunia 2002. Inggris kembali satu grup dengan Argentina, musuh nan menjadi saksi salah satu momen terburuk dalam kariernya.
Dalam laga panas tersebut, Inggris mendapat bingkisan penalti dan Beckham maju sebagai eksekutor. Dengan penuh ketenangan, dia sukses mencetak gol nan sekaligus menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.
Kemenangan itu terasa sangat spesial bagi Beckham. Sebab, kemenangan ini tidak hanya membantu Inggris meraih tiga poin, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Beckham setelah kejadian menyakitkan di Piala Dunia 1998.
(jun/jun/jal)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·