MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, CPIN dan GOTO Keluar dari Global Standard Index

41 menit yang lalu 2
MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, CPIN dan GOTO Keluar dari Global Standard Index Pengunjung melintas disamping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). I(ANTARA/Fakhri Hermansyah)

PENYEDIA indeks global, MSCI, resmi mempertahankan status pasar saham Indonesia dalam kategori Emerging Market. Keputusan ini diumumkan dalam laporan MSCI Frontier Emerging Markets Index Annual Country Review 2026 pada Kamis (13/8) waktu Indonesia.

Dalam keterangan resminya, MSCI menyatakan bahwa berasas tinjauan tahunan tersebut, tidak ada perubahan pada daftar negara berkembang nan saat ini tergabung dalam indeks tersebut.

Sebagai informasi, MSCI Frontier Emerging Markets Index merupakan campuran dari seluruh indeks negara dalam MSCI Frontier Markets Index ditambah beberapa indeks negara tertentu dari MSCI Emerging Markets Index.

Meski status negara tetap bertahan, MSCI melakukan perombakan signifikan pada komposisi saham asal Indonesia di beberapa kategori indeks globalnya.

Pada kategori MSCI Global Standard Index, dua emiten besar ialah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terdepak dari daftar, tanpa ada saham Indonesia baru nan masuk untuk menggantikannya.

Sementara itu, pada kategori MSCI Global Small Cap Index, terjadi pergeseran nan cukup dinamis. CPIN nan keluar dari indeks standar justru dimasukkan ke dalam indeks Small Cap. Namun, di saat nan sama, MSCI mendepak sembilan saham Indonesia lainnya dari jejeran indeks kapitalisasi mini tersebut.

Berikut adalah ringkasan perubahan komposisi saham Indonesia dalam tinjauan MSCI Agustus 2026:

Kategori Indeks Saham Masuk (Inclusion) Saham Keluar (Exclusion)
MSCI Global Standard Index - Nihil - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
MSCI Global Small Cap Index PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 1. PT Bank Jago Tbk (ARTO)
2. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
3. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
4. PT MD Entertainment Tbk (FILM)
5. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
*Serta 4 saham lainnya (Total 9 saham)

Seluruh perubahan komposisi indeks ini dijadwalkan mulai bertindak efektif pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2026. Para pelaku pasar biasanya mencermati perubahan ini lantaran manajer investasi dunia sering kali melakukan penyesuaian portofolio (rebalancing) berasas indeks referensi MSCI. (Z-1)

Selengkapnya