Musim Kemarau, Petani di Jawa Tengah Jaga Lahan Tetap Produktif dengan Budidaya Tanaman selain Padi

58 menit yang lalu 1
Musim Kemarau, Petani di Jawa Tengah Jaga Lahan Tetap Produktif dengan Budidaya Tanaman selain Padi Hadapi tandus dan kekurangan air, petani di Kabupaten Kendal beranjak budidaya tembakau untuk mempertahankan lahan tetap produktif.(MI/Akhmad Safuan)

KEMARAU dan keterbatasan air untuk mengaliri sawah, petani di lahan tadah hujan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah beranjak ke budidaya tanaman palawija, tembakau dan padi gogo untuk lebih daiat mengoptimalkan lahan. 

Pemantauan Media Indonesia Kamis (13/8) tandus hingga nyaris tiga bulan tidak ada hujan, menjadikan petani terutama  di sawah tadah hujan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah mendorong tetap kreatif, demi mengoptimalkan lahan agar tetap produktif mereka mempunyai beranjak ke budidaya tanaman nan tidak terlalu banyak memerlukan air. 

Pilihan palawija seperti kacang-kacangan, jagung, tembakau serta padi gogo menjadikan petani di sejumlah wilayah seperti Kendal, Demak, Grobogan, Pati dan Rembang tetap dapat menikmati hasil panen. "Kami tanam tembakau saat tandus seperti ini, untuk memenuhi kebutuhan air, kami membikin sumur pantes du sawah, " ujar Makhruf, petani di Kangkung, Kendal. 

Hal berbeda diungkapkan Suradi, petani di Mijen, Demak bahwa menghadapi tandus dan kesulitan air lantaran sungai dan saluran irigasi mengering, petani di area ini memilih budidaya tanaman musiman palawija seperti jagung, kedelai, kacang hijau dan apalagi ada nan menanam buah seperti semangka, melon, blewah alias timun. 

"Kami memilih tanaman nan tidak memerlukan banyak air, apalagi untuk menyirami tanaman agar tetap hidup, beberapa petani terpaksa beli air dengan truk tangki lantaran sumur di sawah juga kering, " tambahnya. 

Demikian juga diungkapkan Riyanto, petani di Hati, Grobogan bahwa sudah bertahun-tahun lahan tadah hujan di wilayah ini, meskipun menghadapi tandus panjang tetap dapat produktif lantaran warfa beranjak ke budidaya tanaman palawija terutama kedelai dan jagung, apalagi sekarang tidak sedikit menanam padi gogo. 

Sementara itu di Undaan, Kabupaten Kudus agar lahan pertanian tersp produktif memilih mempertahankan budidaya padi, untuk memenuhi kebutuhan air di musim kemarau mereka mempunyai menabdaaysusa air sungai dengan langkah memompa. "Air sungai menyusut tidak dapat naik ke saluran irigasi, maha kami pompa untuk memenuhi kebutuhan sawah," ujar Bagyo. 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares membenarkan perihal ini, meskipun saat berjalan tandus dan terjadi kesulitan air untuk pertanian terutama pada lahan sawah tadah hujan, namun petani di sejumlah wilayah tetap produktif dengan budidaya tanaman tidak terlalu memerlukan banyak air.. 

Meskipun petani imajinatif beranjak ke budidaya tanaman di luar padi, lanjut Defransisco Dasilva Tavares, namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap mengebut lakukan perbaikan 334 proyek saluran irigasi di sejumlah daerah, apalagi diketahui 74 persen sawah di Jawa Tengah  atau 717.800 hektare tetap mengandalkan irigasi sebagai sumber penyaluran air

"Sedangkan  26 persen alias 252.200 hektare lahan di Jawa Tengah merupakan sawah tadah hujan nan sekarang ditanami palawija, tembakau hingga padi gogo," ujar Defransisco Dasilva Tavares. (H-2)

Selengkapnya