NASA Rilis Peta 3D Bumi, Bentuknya Ternyata Tak Sebulat yang Selama Ini Diperkirakan

54 menit yang lalu 3
NASA Rilis Peta 3D Bumi, Bentuknya Ternyata Tak Sebulat nan Selama Ini Diperkirakan Ilustrasi(Dok NASA)

SELAMA ini Bumi sering digambarkan sebagai planet berbentuk bulat. Namun, visualisasi terbaru nan dirilis NASA Scientific Visualization Studio (SVS) justru memperlihatkan bentuk Bumi nan bergelombang, penuh tonjolan dan cekungan. 

Tampilan tersebut sontak menarik perhatian lantaran sekilas membikin Bumi terlihat jauh dari corak bola nan selama ini dikenal.

Meski demikian, NASA menegaskan bahwa visualisasi tersebut bukan menunjukkan corak bentuk Bumi nan sebenarnya. 

Model tiga dimensi itu merupakan representasi medan gravitasi Bumi alias geoid, ialah permukaan imajiner nan menggambarkan gimana gravitasi bekerja di seluruh planet. 

Visualisasi ini dipublikasikan pada 15 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperlihatkan struktur gravitasi Bumi secara lebih mudah dipahami. 

Apa Itu Geoid?

Geoid adalah permukaan imajiner nan menggambarkan rata-rata permukaan laut jika hanya dipengaruhi oleh gravitasi dan rotasi Bumi. 

Karena pengedaran massa di dalam Bumi tidak merata, kekuatan gravitasi berbeda di setiap wilayah sehingga membentuk tonjolan dan cekungan pada model geoid. 

Namun, NASA menegaskan bahwa corak bergelombang tersebut bukan mencerminkan permukaan bentuk Bumi, melainkan visualisasi ragam medan gravitasi nan telah diperbesar secara ekstrem agar lebih mudah diamati.

Bentuk Bergelombang nan Diperbesar 10.000 Kali
NASA memperbesar ragam corak geoid hingga 10.000 kali agar perbedaan mini pada medan gravitasi Bumi dapat terlihat jelas. 

Padahal, dalam kondisi sebenarnya, ragam geoid hanya berkisar dari +85 meter di sekitar Islandia hingga -106 meter di selatan India, sangat mini dibandingkan diameter Bumi sekitar 12.742 kilometer. 

Karena itu, dari luar angkasa Bumi tetap tampak nyaris bulat, sementara visualisasi bergelombang tersebut hanya digunakan untuk menunjukkan ragam gravitasi nan tidak dapat diamati secara langsung.

Dibangun dari Data Satelit Berpresisi Tinggi
Model tiga dimensi ini dibuat menggunakan GOCO06s (Gravity Observation Combination), salah satu model medan gravitasi dunia paling jeli nan disusun dari campuran info beragam satelit berpresisi tinggi. 

Melalui pengukuran tersebut, intelektual dapat memetakan pengedaran massa di dalam Bumi serta memantau perubahan lingkungan, seperti pencairan lapisan es, pergeseran persediaan air tanah, dan dinamika kerak Bumi, sekaligus melengkapi pengamatan dari misi Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE).

Bukan Sekadar Visualisasi, Punya Banyak Manfaat

Pemetaan geoid mempunyai banyak manfaat, mulai dari menjadi referensi penentuan elevasi nan lebih akurat, meningkatkan presisi navigasi satelit seperti GPS, hingga mendukung pemetaan topografi, oseanografi, dan geofisika. 

Data gravitasi juga berkedudukan krusial dalam penelitian perubahan suasana lantaran dapat digunakan untuk memantau pencairan lapisan es, perubahan persediaan air tanah, serta kenaikan permukaan laut melalui perubahan pengedaran massa air di Bumi.

Bumi Tetap Hampir Bulat

NASA menegaskan bahwa visualisasi ini tidak mengubah kebenaran bahwa Bumi secara bentuk berbentuk oblate spheroid, ialah nyaris bulat dengan bagian kutub nan sedikit pepat. 

Tonjolan dan cekungan pada model geoid bukanlah corak permukaan Bumi, melainkan representasi matematis dari ragam medan gravitasi nan menjadi dasar krusial bagi beragam penelitian, seperti eksplorasi antariksa, navigasi satelit, dan pemantauan perubahan iklim. (H-2)

Selengkapnya