Ogah Impor, Bahlil Mau Bensin RON 95 Cs Bisa Produksi di Dalam Negeri

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Karawang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan kadar RON tinggi bisa diproduksi dalam negeri, termasuk bensin RON 95. Hal itu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.

"Dan ke depan lagi kita bakal sorong untuk pemakaian bensin kita, Ron 95, Ron 98, Ron 93 itu kita rencanakan bakal kita produksikan semua dalam negeri. Supaya apa? Tidak lagi ada persoalan tentang impor," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sela aktivitas Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Jumat (10/7/2026).

Rencana penghapusan impor tercetus lantaran pemerintah telah sukses menghentikan impor solar melalui program biodiesel 50% alias B50.

"Tidak ada lagi pikiran-pikiran spekulasi nan muncul seolah-olah ada sesuatu dalam permainan impor-impor. Kita ingin semuanya ada di dalam negeri. Gitu," tegas Bahlil.

Pada prosesnya, pemerintah bakal mengandalkan hasil produksi dari kilang minyak nasional nan saat ini terus ditingkatkan kapasitasnya. Selain produk bensin, pemerintah juga menargetkan swasembada pada sektor bahan bakar pesawat alias avtur nan pengembangannya dijadwalkan mulai melangkah pada akhir tahun ini.

"Nah tujuannya apa? Kita bakal mencoba untuk juga tidak lagi melakukan impor Avtur. Ini sebenarnya," tandasnya.

DEN optimis Indonesia stop impor bensin

Sebelumnya, Dewan Energi Nasional (DEN) membeberkan bahwa Indonesia bakal menyetop ketergantungan impor BBM jenis solar dan avtur pada tahun 2026, sedangkan bensin pada tahun 2028. Tidak lain, perihal itu untuk mencapai sasaran kemandirian daya nasional dengan optimasi produksi kilang di dalam negeri dan bauran daya nabati.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menyebut untuk bisa mencapai sasaran bebas impor tersebut, Indonesia perlu mempersiapkan beragam perihal mulai dari aspek teknis hingga kesiapan kilang dalam negeri untuk menyerap seluruh produksi domestik nan tersedia.

"Kita mau menuju ke kedaulatan daya ya jika kita lihat kemandirian daya itu caranya salah satunya Pak nan bisa kita lakukan sekarang menghentikan impor solar 2026. Kita impor menghentikan impor daripada avtur akhir 2026. Bensin Ron 92, 95, 98, 2028," ujarnya dalam aktivitas Sarasehan Energi DEN, di Kampus IPB Bogor, dikutip Kamis (11/6/2026).

Adapun, sasaran penurunan porsi impor nasional bakal didukung pula dengan program biofuel baik jenis biodiesel untuk campuran BBM solar, dan bioetanol untuk campuran BBM jenis bensin. Program campuran biofuel tersebut dinilai bisa menekan ketergantungan Indonesia terhadap sumber daya pedoman fosil.

"Ini berfaedah kilang dalam negeri kudu bisa memproduksi sebagian besar daripada BBM kita. Maka kami berambisi IPB memastikan biodiesel, bioetanol mempunyai spesifikasi teknis kilang Pak. Jadi agar itu kompatibel," tambahnya.

Melalui upaya nan bakal digencarkan oleh pemerintah dalam mencapai sasaran swasembada energi, Satya berambisi Indonesia tidak lagi kudu berjuntai pada dinamika pasar daya dunia lantaran bisa mengandalkan sumber daya dalam negeri.

"Mudah-mudahan kedaulatan daya bisa kita capai dan kita sebagai negara nan berdaulat dan insyaallah tujuan kita untuk memaslahatkan masyarakat kita mewujudkan negara kesejahteraan menjadi cita-cita kita bersama," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya