Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Wisata Berbasis Alam di Kota Bandung

1 jam yang lalu 4
Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Wisata Berbasis Alam di Kota Bandung Objek wisata Padaringan Leuweung Awi Cisurupan di Kecamatan Cibiru.(Dok Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pengembangan lokasi wisata berbasis masyarakat nan berkelanjutan. Salah satunya melalui aktivasi Padaringan Leuweung Awi Cisurupan di area Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru. Kawasan wisata baru ini diresmikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Minggu (2/8).

Aktivasi destinasi tersebut menjadi langkah awal memperkuat potensi wisata alam, budaya, religi, serta ekonomi imajinatif nan dikelola langsung oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Keberadaan Padaringan Leuweung Awi Cisurupan merupakan contoh nyata kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.

"Ini adalah karya masyarakat. Karena itu menjadi tanggungjawab kita semua untuk menjaga setiap pohon dan kelestarian area ini. Pepohonan membikin Kota Bandung tetap sejuk, menjaga sumber air, sekaligus menjadi daya tarik wisata nan dicari wisatawan," ungkap Farhan.

Menurut Farhan, area tersebut tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan alam.

"Padaringan Leuweung Awi Cisurupan bukan hanya tempat wisata. Ini adalah ruang pembelajaran bahwa manusia merupakan bagian dari alam. Karena itu pelestarian lingkungan kudu menjadi budaya masyarakat," paparnya.

Farhan juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, seniman, pelaku UMKM, perangkat daerah, hingga masyarakat nan bergotong royong menghidupkan area tersebut. Ia berambisi area ini dapat menjadi salah satu titik pelestarian alam sekaligus lokasi wisata unggulan di Kota Bandung nan dikelola secara berkelanjutan.

"Saya bangga memandang semangat penduduk Cisurupan. Tugas kita berbareng sekarang adalah menjaga agar area ini terus lestari dan berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, aktivasi Padaringan Leuweung Awi Cisurupan merupakan bagian dari pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW) berbasis masyarakat. Destinasi wisata nan berkepanjangan kudu dibangun melalui kerjasama antara pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dan pelaku usaha.

"Pokdarwis menjadi kekuatan utama dalam menemukan dan mengembangkan potensi wisata di masyarakat. Pemerintah kemudian memperkuatnya menjadi destinasi nan berkepanjangan sehingga bisa memberikan faedah ekonomi bagi penduduk sekitar," tandasnya.

Adi menilai, area tersebut mempunyai beragam potensi nan dapat terus dikembangkan, mulai dari wisata alam, wisata religi, kuliner tradisional, seni budaya hingga kesempatan wisata kesehatan (wellness tourism).

Ketua Pokdarwis Cisurupan, Ari Irawan menyampaikan, Padaringan Leuweung Awi Cisurupan mengusung konsep pasar tradisional berbasis alam dengan menghadirkan sekitar 20 pelaku UMKM lokal, pagelaran seni budaya, serta sistem transaksi menggunakan koin kayu sebagai simbol pelestarian budaya tempo dulu. Aktivasi perdana nan sebelumnya diuji coba telah memberikan akibat positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

"Kami berambisi Padaringan Leuweung Awi Cisurupan dapat terus konsisten diselenggarakan dua kali setiap bulan, sekaligus menjadi ruang pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan penguatan wisata berbasis masyarakat," ucapnya.

Selain menikmati kuliner tradisional unik Sunda, visitor juga dapat menikmati pagelaran seni, suasana rimba bambu nan tetap alami, hingga mengunjungi situs religi Mbah Garut nan berada di area tersebut.(AN/E-4)

Selengkapnya