Pakistan Mediasi Konflik Iran-AS, Dorong Revitalisasi MoU Islamabad

1 jam yang lalu 2
Pakistan Mediasi Konflik Iran-AS, Dorong Revitalisasi MoU Islamabad Pemandangan Teheran, Iran, pada 1 Mei 2026.(Xinhua)

MENTERI Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, mengungkapkan bahwa dirinya berbareng Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, telah melakukan perundingan strategis dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya penyelesaian bentrok nan berkepanjangan antara Teheran dan Washington.

"Marsekal Lapangan Syed Asim Munir dan saya mengadakan pertemuan nan sangat positif dan produktif dengan Presiden Iran," tulis Naqvi melalui akun media sosial X pada Selasa (25/8).

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Pakistan dan Presiden Iran membahas langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Fokus utama pembicaraan adalah menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad sebagai instrumen kunci menuju penyelesaian bentrok secara menyeluruh.

Naqvi menyebut bahwa Presiden Pezeshkian telah menyampaikan beragam kekhawatiran pemerintahannya. Pakistan berambisi kemajuan signifikan dalam perbincangan ini dapat membuka jalan bagi perdamaian nan langgeng di area tersebut.

Kronologi Konflik Iran-AS (Tahun Berjalan):

Waktu Peristiwa Utama
28 Februari AS dan Israel menyerang sasaran di Iran; Iran melakukan tindakan jawaban terhadap kepentingan AS-Israel.
Pertengahan Juni Penandatanganan MoU penghentian permusuhan antara Teheran dan Washington.
Pasca-Juni Pelanggaran gencatan senjata; kedua pihak kembali terlibat tindakan saling serang.
Status Saat Ini Tidak ada permusuhan aktif, namun AS meningkatkan tekanan ekonomi dan finansial terhadap Iran.

Tekanan Ekonomi AS

Meskipun saat ini tidak terjadi kontak senjata aktif, bentrok antara kedua negara tetap jauh dari kata selesai. Amerika Serikat dilaporkan memilih jalur tekanan ekonomi sebagai strategi utama untuk memaksa Teheran mengakhiri konflik.

Pemberlakuan tekanan finansial nan ketat terhadap Iran menjadi halangan utama dalam normalisasi hubungan. Pakistan, melalui peran Naqvi dan Munir, berupaya menjembatani kebuntuan diplomatik ini guna mencegah eskalasi lebih lanjut di area Timur Tengah nan tetap tidak stabil. (Sputnik/Ria Novosti/Ant/I-1)

Selengkapnya