ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan revitalisasi tambak nila salin di area Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan total luasan mencapai sekitar 14.090 hektare. Program ini masuk dalam prioritas pemerintah untuk memperkuat produksi perikanan budidaya, sekaligus memperbaiki kualitas area pesisir.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, revitalisasi tambak di Pantura menjadi salah satu langkah nan didorong pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai sumber pangan masa depan. Menurut dia, kebutuhan protein ikan bakal terus meningkat seiring pertumbuhan masyarakat bumi dan keterbatasan lahan pangan darat.
"Pada 2050 kebutuhan ikan bakal semakin besar, sementara lahan pangan darat semakin terbatas. Karena itu sektor Kelautan dan Perikanan kudu kita sorong sebagai sumber pangan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menegaskan, program revitalisasi tambak nila salin di Pantura Jawa disiapkan dengan skala besar agar memberi akibat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tak hanya berorientasi pada produksi, program ini juga diklaim bakal dibarengi dengan upaya pemulihan lingkungan pesisir.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ( Tangkapan layar dari YouTube resmi KKP) Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ( Tangkapan layar dari YouTube resmi KKP)
"Program prioritas berikutnya adalah revitalisasi tambak nila salin di Pantura, Jawa dengan total luasan area mencapai kurang lebih 14.090 hektare, sehingga memberikan akibat ekonomi nan luas dan peningkatan kualitas pesisir. Karena mengintegrasikan program dengan rehabilitasi rimba mangrove, bagi masyarakat," ujarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda prioritas KKP di bawah kebijakan ekonomi biru. Pemerintah menilai pembangunan sektor kelautan dan perikanan perlu dimulai dari wilayah pesisir, untuk menopang ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein global.
Trenggono menyebut, laut merupakan sumber protein strategis nan kudu dijaga keberlanjutannya. Karena itu, pembangunan perikanan tak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga ekosistem pesisir agar tetap sehat dalam jangka panjang.
Dengan model revitalisasi ini, tambak-tambak di Pantura tak hanya diharapkan menjadi sentra produksi nila salin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi area pesisir melalui integrasi dengan penanaman kembali mangrove.
(wur)
Addsource on Google

3 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·