Paris Jackson Buka Suara Soal Kecanduan, Dampak Fisik, dan Perjuangan Melawan Rasa Kesepian

1 jam yang lalu 3
Paris Jackson Buka Suara Soal Kecanduan, Dampak Fisik, dan Perjuangan Melawan Rasa Kesepian Paris Jackson membagikan kisah kelam perjuangannya melawan kecanduan narkoba, dampaknya pada kesehatan fisik, hingga rasa kesenyapan kronis nan dialaminya.(Instagram)

PARIS Jackson membagikan kisah personalnya mengenai perjuangan panjang melawan kecanduan obat-obatan terlarang serta dampaknya terhadap kesehatan bentuk dan mental. Putri dari mendiang Michael Jackson ini mengungkapkan masa-masa kelam nan sempat membuatnya berada di titik terendah.

Salah satu momen nan paling mengejutkan adalah ketika dia menyadari akibat bentuk parah akibat penggunaan narkoba. Paris mengungkapkan kebiasaan jelek tersebut sampai merusak organ tubuhnya hingga membikin bagian dalam hidungnya berlubang.

"Saat itu saya betul-betul panik ketika menyadari ada lubang di hidung saya," ujar Paris.

Ia menjelaskan kerusakan bentuk tersebut menjadi sinyal peringatan keras nan menyadarkannya sungguh destruktifnya kecanduan nan dia alami. Pengalaman menakutkan itu memaksanya untuk menghadapi realita pahit mengenai kondisi kesehatannya sendiri.

Selain akibat fisik, musisi dan model ini juga menyoroti akar persoalan mental nan memicu perilaku adiktifnya. Paris mengidentifikasi rasa kesenyapan kronis memegang peranan besar dalam pertempurannya melawan kecanduan dan rumor kesehatan mental.

"Rasa kesenyapan nan terus-menerus itu terasa sangat berat, dan perihal tersebut menjadi pemicu besar bagi masalah kecanduan serta kesehatan mental saya," ungkapnya.

Bagi Paris, emosi terisolasi nan mendalam kerap membuatnya mencari pelarian pada zat-zat berbahaya. Meskipun tumbuh di bawah sorotan media dan dikelilingi banyak orang, dia mengaku tetap merasa sunyi dan kesenyapan di dalam dirinya.

Melalui pengakuannya ini, Paris berambisi dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menangani masalah kesehatan mental dan kecanduan secara serius. Ia menekankan bahwa kecanduan bukan sekadar masalah ketergantungan zat, melainkan sering kali berakar dari rasa sakit emosional nan belum terselesaikan. (People/Z-2)

Selengkapnya