Ilustrasi(Dok YIS)
PROGRAM pemberdayaan wanita melalui Workshop Perempuan Berdaya nan diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara (YIS) mulai memberikan akibat langsung bagi para peserta di Ciawi, Kabupaten Bogor, dan Depok, Jawa Barat.
Pelatihan tersebut tidak berakhir pada pemberian keahlian membikin makanan kaku atau frozen food. Sejumlah peserta apalagi sudah bisa memasarkan hasil produksinya dan memperoleh pesanan dalam jumlah ratusan produk.
Peserta Workshop di Ciawi Dapat 2.090 Pesanan
Workshop Perempuan Berdaya di Ciawi nan digelar pada 13 Agustus 2026 mendapat sambutan positif dari peserta. Setelah mengikuti pelatihan, sebanyak 20 peserta sukses memperoleh pesanan alias pre-order (PO) dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.090 pcs.
Dari puluhan peserta tersebut, Rahmawati menjadi peserta dengan perolehan pesanan terbanyak, ialah 231 pcs. Sementara Vera mendapatkan pesanan sebanyak 186 pcs.
Apabila setiap produk dijual dengan perkiraan nilai Rp5.000 per pcs, Rahmawati berpotensi memperoleh omzet sebesar Rp1.155.000. Adapun Vera diperkirakan bisa meraih pendapatan sekitar Rp930.000 dari pesanan nan diterimanya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa keahlian nan diperoleh selama workshop dapat langsung diterapkan menjadi aktivitas upaya nan menghasilkan.
Peserta di Depok Raup Pesanan Ratusan Produk
Dampak positif program serupa juga terlihat pada Workshop Perempuan Berdaya nan berjalan di Depok pada 19 Agustus 2026.
Usai mengikuti pelatihan, para peserta mulai menerapkan pengetahuan nan diperoleh dengan memproduksi sekaligus memasarkan beragam produk frozen food.
Denny Rahayu tercatat sebagai peserta dengan jumlah PO terbanyak, ialah 245 pcs, disusul Melly dengan 210 pcs.
Dengan dugaan nilai jual produk sebesar Rp8.000 per pcs, Denny Rahayu berpotensi memperoleh pendapatan Rp1.960.000. Sementara Melly diperkirakan mendapatkan Rp1.680.000 dari jumlah pesanan tersebut.
Sandiaga Uno Dorong Perempuan Berani Memulai Usaha
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai program pemberdayaan wanita semestinya tidak sekadar berfokus pada peningkatan keahlian teknis.
Menurutnya, peserta juga perlu mendapatkan dorongan untuk berani memulai upaya dan mengembangkan upaya berasas keahlian nan telah mereka miliki.
Sandiaga mengatakan, pengalaman memperoleh pesanan dapat menjadi bagian krusial dalam membentuk pola pikir dan mental kewirausahaan peserta.
"Semangat kewirausahaan itu tumbuh ketika kita berani memulai, berani mencoba, dan tidak takut menghadapi tantangan. Pelatihan bakal semakin berarti ketika pengetahuan nan didapat langsung dipraktikkan menjadi produk nan bisa dijual," ujar Sandiaga.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan training sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan. Pengembangan kualitas produk, ekspansi pemasaran, serta menjaga kepercayaan konsumen dinilai krusial untuk keberlanjutan usaha.
"Jangan memandang pesanan pertama sebagai akhir, tetapi sebagai awal perjalanan. Dari satu pesanan, bisa tumbuh menjadi puluhan, ratusan, apalagi upaya nan lebih besar. nan krusial konsisten, imajinatif dan terus belajar," katanya.
Pelatihan Kewirausahaan Beri Pengalaman Bisnis Secara Langsung
Perolehan PO oleh peserta di Ciawi dan Depok menjadi gambaran bahwa training pemberdayaan wanita dapat memberikan faedah nan lebih konkret ketika keahlian nan diajarkan disertai kesempatan untuk memasarkan produk.
Melalui program tersebut, peserta bukan hanya mempelajari langkah memproduksi frozen food. Mereka juga mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan produk, mencari dan menerima pesanan, menghitung potensi pendapatan, serta membangun kepercayaan diri untuk memulai usaha.
Keberhasilan memperoleh pre-order juga menjadi pengalaman awal bagi peserta untuk mengenal proses upaya secara langsung.
Dalam praktiknya, mereka belajar menentukan jenis produk nan mempunyai peminat, menghitung perkiraan nilai jual, memenuhi jumlah pesanan konsumen, hingga mempertahankan kualitas produk agar tetap sesuai dengan angan pelanggan.
Dengan demikian, Workshop Perempuan Berdaya tidak hanya memberikan bekal keahlian produksi, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk mulai mengenal proses kewirausahaan dan menguji keahlian mereka melalui pasar secara langsung. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·