Pelindo Uji Emisi Kendaraan di Empat Kota

58 menit yang lalu 1
Pelindo Uji Emisi Kendaraan di Empat Kota Kendaraan mengikuti uji emisi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.(Dok Pelindo)

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo menggelar program Merdeka Emisi berupa uji emisi kendaraan operasional dan kendaraan logistik nan beraktivitas di area pelabuhan. Program ini dilaksanakan serentak di empat kota, ialah Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ratusan kendaraan mengikuti uji emisi pada Kamis (13/8). 

Mayoritas kendaraan nan diperiksa merupakan truk kontainer nan setiap hari melayani aktivitas logistik di area pelabuhan. Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo mendorong operasional pelabuhan nan lebih ramah lingkungan. Ke depan, cakupan program tersebut berpotensi diperluas ke kota lain, termasuk Semarang.

“Program ini kami laksanakan di empat kota besar dan ke depan mungkin bakal ditambah Semarang lantaran aktivitasnya cukup padat,” ujar Drajat dalam keterangannya, Kamis (13/8). 

Menurut Drajat, ribuan kendaraan keluar masuk area pelabuhan setiap hari. Karena itu, upaya mewujudkan konsep Green Port tidak dapat hanya dilakukan oleh operator pelabuhan, tetapi kudu melibatkan seluruh ekosistem nan beraktivitas di dalamnya. 

Program Merdeka Emisi juga ditujukan untuk membangun budaya operasional nan lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku logistik terhadap pentingnya pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi. 

"Kami berambisi aktivitas ini meningkatkan kesadaran pelaku logistik mengenai pentingnya pemeliharaan kendaraan,” kata Drajat. 

Ia menegaskan, pengurangan emisi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kerjasama antara operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku upaya logistik diperlukan untuk menciptakan sistem logistik nan lebih efisien dan rendah emisi. 

“Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem logistik nan efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan, pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian krusial dalam menjaga kualitas udara di area pelabuhan. Sebagai simpul transportasi dengan tingkat pergerakan kendaraan nan tinggi, pelabuhan memerlukan keterlibatan seluruh pihak dalam menekan emisi. 

"Upaya seperti ini perlu dijalankan berbareng oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku upaya logistik,” tegas Suntana. 

Dalam pelaksanaannya, kendaraan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi gas buang dan kesesuaiannya dengan standar emisi. Kendaraan nan belum memenuhi standar diimbau menjalani pemeliharaan alias perbaikan sebelum dilakukan pengetesan kembali.

Pelaksanaan uji emisi langsung di area pelabuhan juga memberikan kemudahan bagi pengemudi lantaran pemeriksaan dapat dilakukan saat mereka menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kudu mencari letak pengetesan di luar pelabuhan.

Heri, salah seorang pengemudi truk nan mengikuti aktivitas uji emisi di Tanjung Priok, mengaku terbantu dengan penyelenggaraan program Merdeka Emisi di area pelabuhan. Menurutnya, jasa uji emisi nan tersedia langsung di area pelabuhan memberikan kemudahan bagi pengemudi nan tengah menjalankan aktivitas logistik. 

“Bisa langsung periksa kendaraan saat sedang di sini,” kata Heri. 

Dengan demikian, pengemudi tidak perlu meluangkan waktu untuk mencari letak uji emisi di luar area pelabuhan. 

“Jadi tidak perlu mencari tempat uji emisi di luar,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya