Peluang Kerja Sama RI-Belarusia Rp8,9 T: Ada Dump Truck-Bus Listrik

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah memandang kesempatan perdagangan perangkat berat pertanian dan mesin pertambangan, termasuk dump truck, dari Belarusia nan sangat dibutuhkan di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menko Airlangga dalam penandatanganan 17 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) diteken oleh pelaku upaya Indonesia dan Belarusia di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

"Saya memandang kesempatan besar dalam sektor perangkat berat pertanian dan mesin pertambangan dari Belarus nan sangat dibutuhkan di Indonesia," kata Airlangga, Selasa (30/6/2026).

Menurut Airlangga, kebutuhan dump truck untuk kebutuhan pertambangan, batu bara, bisa mencapai US$ 800 juta ton per tahun. Kemudian, Indonesia memerlukan modernisasi alat-alat pertanian untuk meningkatkan hasil produksi CPO RI nan mencapai 50 juta ton.

Selain itu, dengan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, Airlangga berambisi Belarusia dapat bersama-sama dengan Indonesia memproduksi peralatan nan lebih ramah lingkungan, seperti bus listrik.

Pemerintah pun memasang sasaran ambisius dari penguatan hubungan ekonomi tersebut. Airlangga mengatakan nilai investasi hasil kerja sama Indonesia-Belarusia diharapkan dapat mencapai US$500 juta alias sekitar Rp8,95 triliun dalam waktu dekat, seiring penerapan 17 nota kesepahaman dan percepatan ratifikasi perjanjian jual beli Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU).

Terkait dengan perjanjian dengan EAEU, Airlangga mengatakan lebih dari 90% produk Indonesia berpotensi mendapatkan akomodasi bea masuk nol persen. Oleh lantaran itu, Airlangga mendorong para pemimpin upaya dari kedua negara potensi ini dalam rangka menjajaki kemitraan baru.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya