Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar 6 Hari, Jutaan Orang Hadir

8 jam yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran bakal menggelar prosesi pemakaman besar-besaran untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei selama enam hari, mulai Sabtu hingga Kamis pekan depan. Rangkaian upacara bakal berjalan di sejumlah kota di Iran, sebelum ditutup dengan pemakaman di Mashhad, kota kelahiran Khamenei.

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan penduduk bakal menghadiri prosesi tersebut. Sebagian rangkaian upacara juga bakal digelar di dua kota suci Syiah di Irak, ialah Karbala dan Najaf, sehingga menjadikannya salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah Republik Islam.

Wakil Presiden Pertama Iran sekaligus ketua penyelenggara pemakaman, Mohammad Reza Aref, menyebut prosesi tersebut sebagai "peristiwa terpenting abad ini" dan memperkirakan bakal menjadi aktivitas dengan jumlah peserta terbesar sejak Revolusi Iran 1979. Menurutnya, pemakaman ini bukan sekadar penghormatan terakhir, tetapi juga simbol persatuan nasional dan ketahanan Iran di tengah tekanan dari luar negeri.

Khamenei tewas dalam serangan campuran Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari lalu. Pemakaman nan semula dijadwalkan pada awal Maret terpaksa ditunda akibat perang. Kini, peti jenazahnya bakal disemayamkan di Masjid Agung Mosalla, Teheran, sebelum diarak menuju Qom, Karbala, Najaf, dan berhujung di Mashhad, kota kelahirannya, untuk dimakamkan pada Kamis.

Pemerintah Iran menyebut skala pemakaman sengaja dirancang untuk mengirimkan pesan politik dan keagamaan kepada dunia.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, "Kita kudu bangkit dan menyampaikan seruan bangsa kepada bumi agar bumi tahu bangsa Iran tidak bakal tinggal tak bersuara menghadapi penindasan." Ia juga menyebut rakyat Iran bakal menunjukkan kesetiaan mereka kepada pemimpin tertinggi melalui prosesi tersebut.

Prosesi utama dijadwalkan berjalan pada Senin dengan rute sepanjang sekitar 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi di Teheran. Wali Kota Teheran Alireza Zakani memperkirakan sekitar 20 juta orang bakal menghadiri aktivitas tersebut, alias sekitar seperlima dari total populasi Iran nan mencapai 90 juta jiwa.

Selain di Iran, jenazah Khamenei juga bakal dibawa ke dua kota suci Syiah di Irak, ialah Karbala dan Najaf, atas permintaan sejumlah tokoh politik Irak. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi apalagi telah berjamu ke kedua kota itu untuk membahas persiapan prosesi nan dimaksudkan menegaskan posisi Khamenei sebagai pemimpin spiritual umat Syiah.

Iran juga menjadwalkan upacara unik bagi tamu asing pada Jumat. Sekretaris Komite Pemakaman Nasional Ali Akbar Pourjamshidian mengatakan sekitar 30 negara diperkirakan mengirimkan perwakilan. Namun, tidak ada pemimpin dari Eropa maupun AS nan diundang menghadiri aktivitas tersebut.

Rangkaian pemakaman berjalan di tengah gencatan senjata selama 60 hari antara Iran dan AS. Pemerintah berambisi prosesi tersebut dapat memperlihatkan persatuan rakyat Iran di belakang kepemimpinan negara sekaligus memperkuat posisi Teheran dalam perundingan dengan Washington.

Meski demikian, abdi negara keamanan disiagakan penuh selama prosesi berlangsung. Pemerintah menutup kantor-kantor di Teheran selama tiga hari, membatasi lampau lintas, menutup wilayah udara ibu kota pada hari prosesi utama, serta mengerahkan jet tempur untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan di tengah berkumpulnya jutaan pelayat.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya