Pemerintah Bakal Batasi Penggunaan BBM Pertalite Untuk Golongan Ini

58 menit yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah RI ialah Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa dan juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana bakal membatasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi ialah BBM Pertalite untuk golongan tertentu. Yaitu desil 9 dan 10. Pembatasan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menyalurkan subsidi tepat sasaran.

Purbaya menjelaskan, bahwa kemungkinan bakal diimplementasikan pembatasan subsidi BBM Pertalite untuk golongan alias desil 9 dan 10. "Tadi kita membahas kemungkinan penerapan pembatasan subsidi Pertalite untuk nan tingkat atas, mungkin desil 9, 10 agar kelak berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," terang Purbaya ditemui di Kantor Kemenkeu, Selasa (11/8/2026).

Sebagai gambaran dalam ekonomi, desil 9 merupakan golongan menengah atas dan desil 10 adalah golongan kelas atas. "Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat memandang sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan gitu," tambah Purbaya.

Sayangnya Purbaya tetap belum menjelaskan kapan penyelenggaraan pembatasan pengguna BBM Pertalite bagi desil-desil tertentu itu. nan jelas, pemerintah sedang menyiapkan sistem tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, bahwa, rencana pembatasan pemakaian BBM Pertalite bagi desil tertentu upaya pemerintah menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran.

"Selama ini kan kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya kudu kita subsidi, contoh Pertalite. Desil 9 desil 10 tetap kena tetap dapat subsidi. Nah ini nan kita mulai telaah sistemnya segala macam agar apa? Angka subsidi nan ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita nan berkuasa menerima,"

"Dan ini kan sejalan dengan apa nan diarahkan oleh Bapak Presiden. Maka dari itu kami melakukan rapat koordinasi rapat menteri, seperti itu," ungkap Bahlil di lokasinya nan sama, Selasa (11/8/2026).

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya