loading...
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam gelaran Pemimpin Daerah Awards 2026 nan berjalan di iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam. Foto/IMG
JAKARTA - Paradigma publik terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekarang mengalami pergeseran mendasar seiring kian terbukanya potensi ekonomi besar nan bisa dicapai para pelaku usaha. Pengakuan serta apresiasi terhadap para pemimpin pemerintah wilayah nan aktif memajukan upaya rakyat di wilayahnya pun menjadi bukti kemajuan nyata bagi ekosistem UMKM nasional.
Hal itu disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam gelaran Pemimpin Daerah Awards 2026 nan berjalan di iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam. Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi kepala wilayah nan memberikan akibat nyata bagi pembangunan melalui rangkaian kebijakannya.
Sektor UMKM dinilai sebagai struktur penjenjangan upaya nan terukur dan berkesempatan tumbuh tinggi, bukan sekadar identik dengan aktivitas pedagang informal di tingkat akar rumput. "Saya memandang UMKM, pasti nan pertama ada di akal publik itu menganggap mi ayam, nasi goreng, pedagang bakso, cilok, penjual batik, dan lain sebagainya. Padahal sebetulnya UMKM itu tidak lebih tidak kurang adalah sebuah leveling, ialah upaya mikro dengan skala omzet aset sekian, naik ke kecil, lampau menengah," ujar Maman Abdurrahman.
Maman menjelaskan bahwa ruang lingkup pembinaan kementeriannya mencakup unit upaya dengan pemisah omzet maksimal hingga Rp50 miliar per tahun pada tingkatan upaya menengah. Apabila skala bisnis, omzet, dan aset pelaku upaya telah melampaui batas tersebut, unit upaya tersebut telah masuk ke dalam domain industri skala besar.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·