Danau Brenets di perbatasan Swiss-Prancis nyaris mengering jadi daratan. Wisata lumpuh, kapal terdampar, dan permukaan air terus menyusut.
Pemandangan dari drone menunjukkan Sungai Doubs di pintu masuk Danau Brenets saat ini. Kondisi kekeringan menurunkan permukaan air di sepanjang perbatasan Swiss-Prancis di Villers-le-Lac, Prancis, akhir pekan kemarin. (REUTERS/Denis Balibouse)
Mengutip foto Reuters Senin (3/8/2027), Danau Brenets di perbatasan Swiss-Prancis nan biasanya dipadati visitor sekarang nyaris mengering akibat kekeringan berkepanjangan nan melanda Eropa. Puluhan kapal wisata pun terdampar di dasar waduk nan berubah menjadi hamparan lumpur retak-retak.(REUTERS/Denis Balibouse)
Dalam foto, pemilik Societe de Navigation des Brenets, Yvan Durig, berpose di depan sebuah perahu nan tertambat di Danau Brenet nan airnya nyaris kosong. Akibat kondisi tersebut, Durig terpaksa merumahkan para pekerjanya dan cemas bakal mengalami kerugian sepanjang tahun ini. "Ini sangat memukul kami lantaran kami sama sekali tidak berkekuatan menghadapi kejadian ini. Kekeringan seperti ini terjadi berulang dalam waktu nan sangat berdekatan. Kami belum pernah memandang kondisi seperti ini sebelumnya," katanya. (REUTERS/Denis Balibouse)
Saat ini, Danau Brenets sudah tidak dapat dilayari selama lebih dari sepekan setelah debit Sungai Doubs, nan menjadi sumber utama pasokan air danau, ambruk drastis akibat minimnya curah hujan dan tiga gelombang panas nan melanda area Eropa secara beruntun.(REUTERS/Denis Balibouse)
Pada musim panas, waduk ini biasanya dipenuhi visitor nan berkemah, berenang, hingga bermain kano. Tiga perusahaan kapal wisata juga rutin mengangkut ribuan visitor melintasi waduk setiap tahunnya. Namun tahun ini kondisinya sangat berbeda. Puluhan kapal wisata sekarang terjebak di atas dasar waduk nan mengering, termasuk kapal wisata Jumbo milik Societe de Navigation des Brenets.(REUTERS/Denis Balibouse)
Ketinggian air Danau Brenets sekarang tercatat lebih dari 9 meter di bawah level normal dan terus menyusut sekitar 22 sentimeter setiap hari. (REUTERS/Denis Balibouse)
Badan meteorologi Swiss, MeteoSuisse, menyebut curah hujan sejak April hanya sekitar separuh dari kondisi normal. Kekeringan tahun ini disebut setara dengan kekeringan ekstrem nan pernah terjadi pada 1976, 2003, dan 2018. Prakiraan cuaca juga menunjukkan hujan diperkirakan tetap berada di bawah normal hingga pertengahan Agustus. (REUTERS/Denis Balibouse)

49 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·