Penampakan Olah TKP Kaca Gedung BGN Pecah, Polisi Bantah Penembakan

3 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Petugas Inafis memeriksa kaca pecah di instansi BGN, Jakarta. Polisi memastikan kejadian bukan akibat penembakan, melainkan diduga dipicu cuaca panas ekstrem.

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Pantauan di lokasi, terlihat garis hitam kuning mengelilingi letak jatuhnya pecahan kaca nan tepat dekat letak parkir kendaraan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Sedangkan pada bagian atas gedung, terlihat ada kaca nan mengalami keretakan cukup parah dengan sebuah lubang kecil. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Petugas berompi dengan tulisan ‘INAFIS’ di bagian belakang itu juga terlihat berkeliling untuk melakukan pemeriksaan dan dokumentasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold EP Hutagalung membantah adanya penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kantor BGN. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas Inafis melakukan pemeriksaan mengenai pecahan kaca di halam instansi Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menyebut kaca gedung tersebut pecah disebabkan cuaca panas nan terjadi belakangan ini dan kerap terjadi saat musim kemarau. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya