Empat Tim Pemenang Genera-Z Berbakti Siap Mengabdi di Desa – Tim Universitas Indonesia (paling kiri), tim Universitas Gadjah Mada (kedua dari kiri), Entertainer & Sociopreneur Cinta Laura (ketiga dari kiri), Duta Bakti BCA Nicholas Saputra (tengah), Ilmuw(BCA)
Genera-Z Berbakti 2026, Bakti BCA, mahasiswa, pengabdian masyarakat, desa wisata, pemberdayaan desa, UGM, UNPAD, UNAIR, UI, Genera-Z Berbakti, program mahasiswa, Nicholas SaputraGENERA-Z Berbakti 2026 memasuki babak baru. Setelah rangkaian seleksi, bootcamp, hingga babak final nan kompetitif, empat tim terbaik telah terpilih sebagai pemenang program call for proposal mahasiswa nan diselenggarakan Bakti BCA ini. Selanjutnya, para pemenang bakal mengimplementasikan pendapat secara langsung di desa wisata bimbingan Bakti BCA, dengan rincian sebagai berikut:
- Tim Laskar Selasik (UGM) di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung;
- Tim MEGA LESTARI (UNPAD) di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur;
- Tim Amerta Pertiwi (UNAIR) di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo;
- Tim KATALIS (UI) di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.
Duta Bakti BCA sekaligus panelis Genera-Z Berbakti 2026, Nicholas Saputra berkata, keempat pemenang menawarkan solusi nan patut dinanti implementasinya di desa tujuan masing-masing. “Kami minta seluruh kampus terpilih bisa memetakan persoalan dan menawarkan solusi nan relevan di lapangan. Semoga seluruh pemenang semakin memahami kebutuhan masyarakat ketika sudah berada di lapangan, sehingga dapat menentukan prioritas dan menyempurnakan program masing-masing,” kata Nicholas.
Sebelum berangkat ke desa tujuan, pemenang Genera-Z Berbakti 2026 mengikuti bootcamp untuk mendapatkan pembekalan seperti pemetaan kebutuhan masyarakat, perencanaan program, team building, pengolahan data, hingga pengetahuan tentang health, safety, and environment. Salah satu personil tim UGM, Fauzyiah, menyebut bootcamp menjadi pengalaman untuk memperkuat kesiapan timnya sebelum terjun langsung ke masyarakat.
“Bootcamp ini sangat membantu kami untuk meningkatkan keahlian sekaligus mengingatkan bahwa sebagai generasi muda kami kudu terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan tetap on track terhadap tujuan nan mau dicapai,” kata wanita nan berkawan disapa Uzi.
Anggota tim UNAIR, Usamah, menganggap pembekalan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai makna pengabdian. “Kami kudu memahami persoalan dari perspektif pandang masyarakat dan membangun perubahan berbareng mereka, bukan datang sebagai pihak nan merasa paling tahu. Dari situlah akibat nan berkepanjangan bisa tercipta,” tutur Usamah.
Memasuki tahap implementasi, setiap tim juga telah mempersiapkan diri menghadapi beragam tantangan nan menanti di lapangan. “Yang terpenting adalah tetap adaptif, tangguh, dan selalu mengutamakan solusi ketika menghadapi tantangan,” kata Ghifari, salah satu personil tim UNPAD.
Terpisah, Sarah dari tim UI menilai kekompakan dan komunikasi nan terbuka menjadi fondasi utama keberhasilan program. “Ketika ada banyak ide, nan terpenting adalah kami dapat mengambil keputusan berbareng demi keberhasilan program,” ujar Sarah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, berharap, Genera-Z Berbakti 2026 dapat menjadi arena mahasiswa melatih diri berkontribusi nyata berbareng masyarakat. “Terpilihnya pemenang Genera-Z Berbakti 2026 menandai dimulainya tahap nan krusial dari program ini, ialah pengabdian di lapangan. Kami percaya para pemenang dapat menjalankan program nan sudah disusun dengan lancar berbareng masyarakat. Harapannya, pengabdian ini dapat menjadi bekal krusial bagi mahasiswa untuk masa depannya; dan masyarakat agar semakin berkekuatan dan tangguh,” ujar Hera.
Ikuti terus perjalanan para pemenang Genera-Z Berbakti 2026 dalam mewujudkan pendapat mereka di desa wisata bimbingan Bakti BCA melalui YouTube BCA (@SolusiBCA), laman bca.id/genzberbakti, serta beragam platform media sosial resmi BCA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·