ketua MPR Ahmad Muzani(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)
KETUA MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui keadilan, keteladanan, serta perbincangan nan beretika. Ia mengingatkan bahwa kritik maupun perbedaan pendapat tidak boleh merusak persatuan.
Hal tersebut disampaikan Muzani saat menyampaikan pidato pembukaan pada Sidang Tahunan MPR RI berbareng Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
"Persatuan kudu dirawat dari hari ke hari melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya. Karena itu, menjaga persatuan berfaedah menjaga keadilan. Kritik tidak boleh digunakan untuk merobek persatuan, sebaliknya persatuan juga tidak boleh digunakan untuk meredam perbedaan pendapat," kata Muzani di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jejeran pejabat negara.
Politikus Partai Gerindra tersebut mengutip filosofi kepemimpinan Jawa guna mengingatkan seluruh komponen bangsa dan kontestan politik agar tetap bersikap bijak dalam mengelola perbedaan. Muzani menyebut falsafah Nglurug Tanpo Bolo, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho, Menang Tanpo Ngasorake (Berjuang tanpa membawa massa, sakti tanpa jimat, kaya tanpa harta, dan menang tanpa merendahkan).
"Kemenangan sejati bukanlah kemenangan nan meninggalkan luka pada kerabat sebangsa. Kemenangan sejati adalah kemenangan nan tetap menjaga persaudaraan, nan tidak menghina, tidak merundung, dan tidak mempermalukan mereka nan berbeda pandangan," ungkapnya.
Muzani mengimbau masyarakat maupun para elite politik agar menjadikan prinsip saling menghormati sebagai pedoman utama dalam kehidupan berbangsa. Ia menekankan bahwa kedewasaan berpolitik dan berkomunikasi di ruang publik merupakan tembok utama untuk merawat persatuan nasional di tengah keberagaman perspektif.
"Kemenangan sejati adalah kemenangan nan tetap menjaga persaudaraan, nan tidak menghina, tidak merundung, dan tidak mempermalukan mereka nan berbeda pandangan.
Pesan inilah nan kudu kita pegang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
(P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·