Penguatan Profesi PPGA Butuh Kolaborasi Pemangku Kepentingan dan Perguruan Tinggi

2 jam yang lalu 2

loading...

IPPGA Group menyebut penguatan pekerjaan PPGA memerlukan kerjasama pemangku kepentingan terutama perguruan tinggi. Foto/SindoNews

JAKARTA - Indonesia Public Policy & Government Affairs (IPPGA) Group menyebut penguatan pekerjaan PPGA memerlukan kerjasama pemangku kepentingan terutama perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Praktisi Public Policy & Government Affairs Arief Budiman saat peluncuran The Indonesia PPGA Playbook: Navigating Power, Policy, and Politics in Southeast Asia’s Most Complex Democracy, sebuah kerangka kerja nan dirancang sebagai fondasi awal pengembangan pekerjaan Public Policy & Government Affairs (PPGA) di Indonesia.

Terdiri atas sembilan bab dan dilengkapi operational appendix, Playbook ini memetakan pengetahuan, keterampilan, dan kerangka kerja nan dibutuhkan praktisi PPGA dalam membaca dinamika kebijakan, politik, kekuasaan, serta kepentingan upaya di Indonesia.

Baca juga: Keterlibatan Perguruan Tinggi Harus Percepat Transisi Industri Hijau Berkelanjutan

Peluncuran ini berangkat dari kebutuhan bakal sebuah peta kerja bagi pekerjaan nan berkembang pesat, tetapi belum mempunyai rujukan pengetahuan dan praktik nan terstruktur. IPPGA Group menempatkan Playbook ini sebagai salah satu batu pertama menuju terbentuknya knowledge & skill center bagi pekerjaan PPGA di Indonesia.

Selengkapnya