Pengusaha Ngeluh Tarif Depo Mahal, Purbaya Segera Panggil Menhub

44 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal memanggil pengambil keputusan dari pihak Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan persoalan selisih tarif jasa depo kontainer kosong saat sidang Debottlenecnking.

Dalam sidang ini, Purbaya mendengar langsung keluhan adanya perbedaan tarif jasa lift-on dan lift-off di dalam dan luar pelabuhan nan menurut pengusaha depo kontainer bisa menimbulkan selisih hingga Rp4,8 triliun dengan dugaan ada volume 12 juta kontainer per tahun.

Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Depelindo) Toto Dirgantoro mengungkapkan ke Purbaya bahwa sedianya sudah melaporkan persoalan ini ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), namun belum ada tindak lanjut konkret.

"Biaya lift-on itu jauh di atas tarif pelabuhan nan berlaku, mengenai dengan tarif lift-on pelabuhan full kontainer, sedangkan di depo empty itu jauh di atas itu," ungkap Toto dalam sidang Debottlenecking diJuanda, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Di sinilah nan terjadi nan sehingga tidak terkontrol, tarif juga tidak terkontrol, sehingga sangat merugikan kita. Jika dengan 12 juta box per tahun, seperti tahun lampau kurang lebih, berfaedah selisih kemahalan itu bisa sekitar Rp 4,8 triliun," terangnya.

Toto juga menjelaskan ke Purbaya bahwa ada dugaan refund hingga Rp200.000 per kontainer nan ditujukan kepada perusahaan pelayaran asing nan juga mempunyai jasa depo empty.

Purbaya nan mendengar perihal tersebut langsung mau menelpon pihak Kemenhub, namun tidak dapat tersambung. Pada akhirnya menkeu meminta Kemenhub untuk melakukan investigasi atas temuan dari asosiasi dan pengusaha Depo serta menghapus ketentuan nan memberi kewenangan bagi pelayaran asing mendirikan upaya depo empty.

Purbaya juga menegaskan bakal memanggil kembali Kemenhub dua pekan lagi sekaligus bakal menelpon Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam menyelesaikan persoalan ini.

"Nanti saya panggil lagi dua minggu dari sekarang untuk rapat lagi di sini, kelak saya undang Menteri-nya juga sekalian di sini biar bisa memutuskan sekalian."

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya