Penyebab Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT, Ini Penjelasan BMKG

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - BMKG menyatakan peringatan awal tsunami nan dipicu gempa bumi luar biasa dengan kekuatan M 7,7 di NTT telah berakhir. Kendati demikian, Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan hinggal pukul 07.07 WIB sudah ada 37 gempa susulan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkapkan gempa luar biasa semacam ini di wilayah NTT terakhir kali terjadi sekitar 30 tahun lalu. BMKG bakal terus memonitor tinggi muka air laut di stasiun-stasiun titik BMKG

"Gempa ini terjadi akibat sesar naik busur utara Flores, gempa berkekuatan M7,7 ada potensi gempa maksimal M7,8-7,9. Pernah terjadi gempa sebesar ini tahun 1992, dengan magnitudo M7,5," kata Wijayanto dalam konvensi pers BMKG via Zoom, Sabtu (15/7/2026).

"Semoga susulannya bakal terus mengecil. Kami sudah mengakhiri peringatan awal tsunami. Kami anggap semua hasil catatan kita sudah tidak ada tinggi tsunami nan membahayakan," dia menambahkan.

Kendati peringatan awal tsunami telah berakhir, tetapi BMKG mengimbau agar masyarakat menghindari gedung retak alias rusak akibat gempa bumi, serta mewaspadai gempa bumi susulan nan tetap terjadi.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh rumor nan tidak dipertanggung jawabkan kebenarannya!

BMKG bakal terus sampaikan pada masy, sudah akhiri, tapi bakal memberikan tinggi muka laut.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya