ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan tindakan militer lintas perbatasan pada Selasa (30/6/2026) waktu setempat. Pemerintah Taliban menyatakan telah melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan, sementara Islamabad menyatakan sukses mencegat dan menembak jatuh empat drone nan memasuki wilayahnya.
Insiden terbaru ini menjadi rangkaian bentrok terbaru antara dua negara muslim bertetangga di Asia Selatan nan dalam beberapa bulan terakhir terus terlibat tindakan saling serang, memperburuk hubungan nan sebelumnya sudah diwarnai ketegangan mengenai rumor keamanan lintas batas.
Dilansir Reuters, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan pasukannya melancarkan serangan udara terhadap apa nan disebut sebagai pusat golongan ISIS di Kota Saranan, Provinsi Balochistan, Pakistan nan berbatasan langsung dengan Afghanistan. Selain itu, serangan juga disebut menyasar sejumlah letak lain di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Di sisi lain, militer Pakistan membenarkan adanya serangan dari wilayah Afghanistan, namun menyebut ancaman tersebut sukses digagalkan. Dalam pernyataannya, militer Pakistan mengatakan empat drone sederhana sukses dideteksi sesaat setelah memasuki wilayah udara Pakistan sebelum akhirnya dinetralisir.
Otoritas Provinsi Balochistan turut mengonfirmasi adanya serangan drone tersebut. Mereka menyebut sebuah drone terlihat terbang di dekat sebuah sekolah pemerintah di Kota Saranan. Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Meski Afghanistan saat ini tidak mempunyai jet tempur, negara itu tetap mempunyai keahlian udara nan terbatas. Berdasarkan info International Institute for Strategic Studies (IISS) nan berbasis di London, Afghanistan diketahui setidaknya tetap mengoperasikan enam pesawat dan 23 helikopter.
Selain itu, pasukan Taliban juga diketahui mempunyai sejumlah drone nan sebelumnya telah digunakan dalam bentrok dengan Pakistan.
Ketegangan kedua negara selama ini dipicu oleh tuduhan Islamabad bahwa Afghanistan memberikan perlindungan kepada kelompok-kelompok militan nan dituding merencanakan serangan di wilayah Pakistan.
Pemerintah Taliban berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa persoalan militansi merupakan masalah internal Pakistan.
Adapun eskalasi terbaru ini terjadi hanya sehari setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah perbatasan Afghanistan pada Senin. Menurut laporan otoritas Afghanistan, sedikitnya 28 penduduk sipil tewas dan 49 orang lainnya terluka akibat serangan udara tersebut.
Sementara itu, Pakistan menyatakan operasi tersebut merupakan tindakan jawaban atas serangkaian "serangan teroris" nan sebelumnya terjadi di wilayahnya.
Sejauh ini, beragam upaya meredakan ketegangan, termasuk mediasi nan difasilitasi oleh China, belum sukses menghasilkan terobosan ataupun mengakhiri bentrok di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·