Perang Iran Bawa Petaka, Rating Donald Trump Hancur Lebur di AS

17 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jatuh ke level terendah selama masa kepresidenannya. Hal ini terjadi seiring dengan kepanikan dan kekhawatiran sebagian besar penduduk Amerika bahwa perang AS dengan Iran bakal berjalan dalam waktu nan sangat lama.

Mengutip Reuters, Selasa (18/08/2026), hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos nan ditutup pada hari Senin menunjukkan hanya 33% responden nan menyetujui keahlian Trump di Gedung Putih. Sementara sekitar 64% lainnya menyatakan tidak setuju.

Tingkat persetujuan Trump ini turun drastis dari nomor 35% pada awal bulan ini. Data baru tersebut secara resmi menyamai rekor terendah pada masa kedudukan sebelumnya di bulan Desember 2017.

Setelah kembali ke Gedung Putih pada tahun 2025 dengan support nyaris separuh negara, ketenaran Trump tahun ini "hancur" usai dia memerintahkan serangan terhadap Iran berbareng sekutunya, Israel. Konflik mematikan tersebut telah melumpuhkan seperlima perdagangan minyak dunia dan memicu lonjakan tajam nilai bensin nan mendorong inflasi dan membebani rumah tangga AS.

Kondisi ekonomi nan tercekik ini turut menakut-nakuti posisi sekutu Republikan Trump nan kudu mati-matian mempertahankan kebanyakan kongres pada pemilihan paruh waktu bulan November mendatang. Trump sebelumnya berkampanye dengan janji manis untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan menghindari perang nan berkepanjangan.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos menemukan bahwa sekitar 80% orang Amerika, nan terdiri dari 87% pendukung Demokrat dan 71% Republikan, meyakini keterlibatan AS di Iran bakal berjalan untuk jangka waktu nan sangat lama. Hanya 16% responden nan tetap percaya bahwa bentrok tersebut kemungkinan bakal berhujung dalam beberapa minggu.

Sebelumnya, di tengah penderitaan ekonomi rakyatnya, Trump justru membenarkan lonjakan nilai bensin dalam sebuah rapat umum politik di Garden City, New York, pada hari Jumat lalu. "Membayar sedikit lebih mahal untuk bensin Anda sepadan dengan biayanya untuk memastikan negara nan sangat jahat tidak dapat mempunyai senjata nuklir," tegasnya.

Republik Gugup

Kekhawatiran tentang perang dan nilai bensin telah membikin kubu Republikan merasa sangat gugup bakal angan mereka untuk mempertahankan kebanyakan tipis di Dewan Perwakilan Rakyat AS pada pemilihan 3 November mendatang. Di sisi lain, kubu Demokrat sekarang semakin percaya bahwa Senat AS juga telah berada dalam genggaman mereka.

Jajak pendapat bulan ini juga menunjukkan bahwa para pemilih sekarang lebih memilih Demokrat daripada Republikan sebagai pengelola ekonomi nan lebih baik untuk pertama kalinya dalam sekitar satu dekade. Sebanyak 38% pemilih menganggap Demokrat bakal menangani ekonomi dengan lebih baik, berbanding 35% nan memilih pendekatan Republik. Demokrat juga dipandang jauh lebih siap dan kompeten untuk mengelola beban biaya hidup warga.

Meski pendekatan Republik terhadap rumor imigrasi tetap lebih terkenal berkah penurunan tajam penyeberangan perbatasan dan tindakan keras nasional, kubu mereka mulai kehilangan injakan di tengah konfrontasi mematikan dan lonjakan tahanan, termasuk anak-anak. Hanya 40% pemilih terdaftar nan mengatakan Republik mempunyai pendekatan kebijakan imigrasi nan lebih baik, dibandingkan dengan 38% nan memilih Demokrat.

Selisih tipis 2 poin persentase tersebut merupakan rekor terendah selama masa kedudukan Trump, di mana kubu Republikan sebelumnya sempat memimpin dengan selisih 26 poin pada Januari 2025 lalu. Sebagai informasi, jajak pendapat Reuters/Ipsos ini dilakukan secara daring dengan mengumpulkan tanggapan dari 1.166 orang dewasa AS di seluruh negeri dan mempunyai margin kesalahan sebesar 3 poin persentase.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya